Logo
images

Tokoh Agama Diminta Berperan Tekan Pernikahan Dini

GROBOGAN- Peran tokoh agama sangat penting untuk memberikan pendidikan kepada keluarga. Di antaranya membantu menekan pernikahan dini di Tanah Air. Ketua Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu), Jateng, Ahmad Rofiq mengatakan, angka pernikahan dini di Indonesia masih tertinggi di Asia Pasifik. ‘’Pimpinan umat beragama harus bisa mengingatkan kepada masyarakat, terutama persoalan pernikahan dini ini. Saya rasa semua agama mengajarkan agar tidak meninggalkan keturunannya dalam keadaan lemah. Ini dikhawatirkan akan menjadi beban di masyarakat dan negara,’’ kata Ahmad dalam pengukuhan pengurus Fapsedu Grobogan, Kamis (9/11).

Menurutnya, angka pernikahan dini sudah sangat memprihatinkan. Pernikahan dini dikhawatirkan melahirkan generasi yang kurang berkualitas. Di samping itu, pernikahan dini juga rentan terhadap perceraian.

Emosi Belum Stabil

Begitu banyak dampak buruk dari pernikahan dini, imbuh Rofiq, sehingga para tokoh agama ini ikut menyadarkan masyarakat. Sosialisasi tentang dampak buruk pernikahan dini itu dapat dilakukan dengan memanfaatkan kajiankajian atau pertemuan agama. ‘’Dampak pernikahan dini ini berhubungan dengan beberapa hal. Sebab, mereka masih memiliki emosi yang belum stabil. Di samping itu, kesiapan untuk merencanakan keluarga juga masih belum matang. Ini menjadi tugas semua tokoh agama untuk mengatasi persoalan ini,’’ imbuh Ahmad.

Kepala Perwakilan BKKBN Jateng, Wagino menilai, saat ini peran tokoh agama masih belum maksimal. Padahal, kedekatan mereka dengan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk menyosialisasikan program-program pemerintah. ‘’Saat ini belum maksimal, namun saya harap dengan adanya forum ini sosialisasi tersebut dapat dimaksimalkan. Sebab, tokoh agama ini memegang peran penting di masyarakat,’’ ujar Wagino.

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/14586/Tokoh-Agama-Diminta-Berperan-Tekan-Pernikahan-Dini