Logo
images

Survive di Masa Pandemi: Saatnya Kembali ke Keluarga, Terapkan Asah, Asih, dan Asuh

Siaran Pers No. RILIS/79/B4/BKKBN/VI/2020

 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta (26/06/2020). Di masa pandemi ini, telah mengarahkan kita semua untuk kembali lagi kepada keluarga. Kembali kepada lingkup yang paling kecil, semua usaha yang dilakukan berada pada lingkup keluarga. Keluarga harus bisa berketahanan agar bisa mengahadapi situasi apapun yang terjadi khususnya di masa pandemi Covid-19 ini. Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam sambutannya pada Apel Pegawai BKKBN dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-27 di Kantor Pusat BKKBN (26/06) mengatakan bahwa keluarga harus mempunyai nilai-nilai luhur yaitu 8 fungsi keluarga yang masuk kedalam Asah, Asih, dan Asuh demi mewujudkan ketahanan keluarga tersebut.

“Keluarga harus asah, mengasah seperti pisau diasah menjadi tajam. Sehingga apa yang harus diasah pertama (yaitu) agamanya, lalu ilmunya, teknologinya, kemampuan untuk sosialisasinya, kemampuan peka terhadap lingkungannya harus diasah. Sehingga 8 fungsi keluarga itu 5 sudah masuk di dalam asah itu. Asih itu mengasihi, cinta kasih dan menghasilkan proses reproduksi ada di dalam asih. Sehingga 2 dari 8 fungsi keluarga itu ada di dalam asih dan mudah diingat ada mengasihi dan fungsi reproduksi. Asuh itu harus mampu memberikan asupan makanan dengan baik, berarti harus punya uang, ekonominya harus bagus. Berarti keluarga punya fungsi ekonomi. Harus mampu memberikan perlindungan dengan baik, membelikan baju, membikinkan rumah, kemudian mengimunisasi, memeriksakan kesehatan, melindungi, ini adalah asuh. Sehingga 8 fungsi keluarga semua habis masuk di dalam Asah Asih Asuh tersebut,” tambahnya.

Hasto sangat berharap para pegawai BKKBN juga bisa menerapkan nilai-nilai luhur tersebut tidak hanya diucapan tetapi juga dalam keseharian masing-masing pegawai. Sehingga para pegawai BKKBN diharapkan tidak hanya menyosialisasikan program Bangga Kencana tetapi juga bisa menjadi teladan bagi keluarga-keluarga Indonesia. Rebranding yang telah dilakukan BKKBN yakni logo, jingle dan tagline pun tidak hanya sebagai simbol saja melainkan bisa diamalkan oleh diri kita sendiri secara khusus dalam keluarga masing-masing. Selain itu Hasto juga menghimbau peringatan Hari Keluarga Nasional ditahun 2020 ini yang masih di dalam masa pandemi, walaupun terasa sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, BKKBN harus bisa lebih dekat dengan rakyat, dalam arti bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu gerakan “Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor” yang akan BKKBN selenggarakan pada Senin, 29 Juni 2020 menjadi bagian dari bentuk peringatan atau perayaan Hari Keluarga Nasional yang dilaksanakan dengan lebih dekat kepada masyarakat. Selain itu, salah satu kegiatan dalam rangka peringatan Harganas ke-27 di BKKBN juga dilakukan bakti sosial “Keluarga Bantu Keluarga” dengan memberikan sembako dari hasil sumbangan para pegawai BKKBN kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan bantuan. Hal ini dilakukan sebagai rasa empati terhadap keluarga-keluarga yang terkena imbas dari pandemi Covid-19 tersebut.

Sejumlah terobosan-terobosan baru dilakukan BKKBN dalam rangka tetap memberikan pelayanan prima pada masyarakat di masa pandemi namun tetap memperhatikan protokol kesehatan yang aman dan ketat. BKKBN Baru dengan Cara Baru untuk Generasi Baru tentu tidak hanya dalam bentuk simbolisasi saja, tetapi harus ada tindakan yang konkrit. BKKBN adalah sahabat bagi keluarga dan sahabat bagi remaja karena pada hari ini banyak orang yang tidak ingin didoktrinisasi tetapi apabila BKKBN menjadi teman sebaya maka segala sesuatu yang akan disampaikan BKKBN akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.

“Seperti katakanlah sekarang ini supaya kita bisa tidak hanya sending tetapi bisa juga deliver sampai end user maka alat kontrasepsi, PLKB kita minta untuk membantu dengan catatan asalkan direkomendasikan oleh provider atau tempat layanan kesehatan atau bidan atau dokter yang ada. Sehingga ini bukan menjadi tukang numpuk alkon. Nah itu juga menjadi bagian dari kinerja baru yang kemudian kita ada spirit untuk supaya rantai pasok ini sukses. Ketika kita ingin menyediakan suntikan yang biasanya suntikan 3 bulan itu tidak menstruasi tapi sekarang kita sediakan suntik untuk 3 bulan tetapi tetap bisa menstruasi, ini dalam rangka merespon masyarakat yang pingin suntik tetap menstruasi, ini juga hal baru. Ketika dulu pil kita hanya pil yang kalau dipakai membuat air susunya berhenti maka kemudian kita menghadirkan progesterone only pil, yang kemudian kita memakai tanpa harus berpengaruh terhadap asi, ini adalah hal-hal baru,” tambah Hasto.

"Nah inilah ini hal-hal baru yang memudahkan program. Tetapi hal baru ini tentu yang lebih penting adalah spirit nilai-nilai baru yang ada di dalam benak hati bapak ibu sekalian dan kita-kita semua. Maksud saya nilai yang betul-betul harus kita hayati tentu saya memberi nasihat kepada diri saya sendiri dan juga kepada teman-teman semuanya. Rebranding tidak cukup hanya kepada logo, tagline tapi juga nilai-nilai luhur yang harus kita bawa ditengah keluarga,” tutup Hasto.

Apel dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-27 di Kantor Pusat BKKBN pada Jumat, 26 juni 2020 dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Sedangkan puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke-27 akan dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2020. Tema umum Harganas ke-27 adalah “Melalui Keluarga Kita Wujudkan Sumber Daya Manusia yang Unggul, Menuju Indonesia Maju”. Sedangkan tema khusus di BKKBN yaitu “BKKBN Baru dengan Cara Baru dan Semangat Baru Hadir di Dalam Keluargamu” dengan hashtag #jadikeluargakeren. (HUMAS)