Logo
images

SARASEHAN PENINGKATAN PERAN DAN KUALITAS MOTIVATOR KB PRIA

Bogor- 08/08/2017 - Saat ini tingkat pemakaian kontrasepsi (Contraceptive Prevalence rate/CPR),  berdasarkan  SDKI 2012  CPR Indonesia sebesar 61,9 persen (semua metode) atau 57,9 persen (modern). Yang memprihatinkan, tingkat pemakaian KB Pria sangat rendah, hanya 2 persen saja dari seluruh Indonesia pemakai kontrasepsi modern merupakan pria, sebanyak 1,8 persen pemakai kondom dan hanya  0,2 persen yang melakukan vesektomi. Artinya, partisipasi pria dalam Keluarga Berencana hingga saat ini masih sangat rendah, pemakaian kontrasepsi masih dibebankan kepada wanita. 

Salah satu upaya meningkatkan pemakaian kontrasepsi bagi pria, BKKBN melalui Direktorat Bina Kesertaan KB Jalur Wilayah dan Sasaran Khusus  mengadakan kegiatan Sarasehan Peningkatan dan Kualitas Motivator KB Pria bersama Mitra kerja. Kegiatan diselenggarakan di Hotel Sahira Butik Bogor tanggal 8-10 Agustus 2017, diikuti oleh 68 orang motivator KB Pria dari seluruh Indonesia. Dalam sarasehan ini diadakan sarasehan dan pembekalan dari para narasumber serta sharing pengalaman antar motivator. Narasumber diantaranya dari BKKBN dan motivator KB dari Yogyakarta AKP.Heru Meiyanto yang juga seorang anggota Kepolisian.

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dalam sambutannya pada Pembukaan Sarasehan KB Pria menyampaikan, “Saya minta agar Motivator KB Pria menjadi contoh dan teladan dalam kesertaan ber-KB. Motivator KB Pria dapat membagi pengalaman kepada masyarakat. Motivator KB Pria dapat memberikan daya ungkit yang besar terhadap kesertaan ber-KB Pria dengan cara memberikan informasi, memotivasi, dan mengajak sesama pria untuk menjadi peserta KB, khususnya metode vasektomi”, jelas Surya.

Pengetahuan pria tentang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana menjadi fokus penting agar pria mengetahui dan memahami perannya di dalam keluarga. Berdasarkan SDKI Tahun 2012, hanya 30% pria kawin yang mengetahui MOP sedangkan pengetahuan pria tentang kondom sudah cukup baik 87% dan menyebutkan bahwa persentase pria yang mempunyai pandangan bahwa KB adalah urusan wanita cukup tinggi yaitu (41,5 %). Pria mempunyai pandangan bahwa wanita saja yang harus di sterilisasi (30%) dan 14% lainnya berpendapat sterilisasi pria sama dengan kebiri.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Dwi Listyawardani menjelaskan, “Setiap provinsi sekarang memiliki motivator KB khususnya untuk Vasektomi, metode ini sekarang sudah mulai disukai karena termasuk aman bukan kontrasepsi hormonal teknik pengerjaannya mudah tanpa menggunakan pisau. Cara kerja motivator ini adalah komunikasi interpersonal melalui dialog antara motivator dan calon akseptor, ada tanya jawab dan cerita pengalaman sehingga orang menjadi tergugah, komunikasi ini bisa terjadi dimana saja ditempat kerja, warung kopi atau tempat lain”, Jelas Listyawardani.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi pria dalam KB disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya: 1) akses informasi yang terbatas; 2) akses pelayanan yang terbatas; 3) masih adanya hambatan sosial maupun kultural sehingga masih diperlukan dukungan dari Tokoh agama dan Tokoh masyarakat dalam rangka meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap KB Pria vasektomi.

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty menegaskan, “Kesetaraan dan keadilan gender dalam KB dan kesehatan reproduksi harus meningkat, kita harus membangkitkan kesadaran masyarakat bahwa kesehatan reproduksi bukan hanya tanggung jawab isteri tetapi merupakan tanggung jawab bersama suami dan isteri”, pungkas Surya (Humas)