Logo
images

PKB/PLKB Kaltim Manfaatkan IT

IPKB Kaltim- Sesuai perkembangan jaman  kemajuan teknologi  menuntut para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) mengetahui Informasi Teknologi(IT) dalam  mengadvokasi   KIE  (komunikasi, informasi,edukasi) masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Eli Kusnaeli mengatakan salah satu terobosan  BKKBN  untuk meningkatkan kemampuan para PKB/PLKB dengan  menggelar workshop  pemanfaatan IT dan  melakukan uji kompetensi .

“Kami berharap para PLKB  sebagai ujung tombak di  lapangan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk penyuluhan, data base  dan mereka juga akan dilengkapi  smartphone dan laptop  supaya pekerjaan mereka lebih efektif dan efesien,” katanya.

Ia mengatakan  jumlah PKB/PLKB  yang mengikuti  workshop dan uji kompetensi hanya mereka yang berstatus PNS yakni sebanyak  199 orang  berasal dari kabupaten/kota se Kaltim. Meskipun  masih ada PLKB yang honor /kontrak yang direkrut kabupaten  belum  diikutkan uji kompetensi.

Menurutnya uji kompetensi tersebut bertujuan  untuk mengetahui  kemampuan, keterampilan dan sikap,  kemudian ditindaklanjuti dengan berbagai pelatihan untuk menjawab tantangan di masyarakat. Selanjtnya  mereka    diharapkan memberikan terbaik untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Eli Kusnaeli menjelaskan kegiatan workshop dilaksanakan selama tiga hari di rangkai dengan dengan uji kompetensi serta nantinya juga dilakukan video conference dengan BKKBN pusat serta BKKBN di sejumlah darah lainnya karena acara ini digelar secara serentak di beberapa daerah di Indonesia.

”Peserta  workshop nantinya akan Video conference dengan kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty   untuk memberikan  arahan dan  semangat kepada para PKB/PLKB,” katanya.

Sementara itu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di wakili Asiten pemerintahan sekprov Kaltim, Meiliana member apresiasi terhadap kegiatan yang digelar oleh BKKBN Kaltim dalam meningkatkan kompetensi dan kemampuan para penyuluh lapangan KB.

“Kami memberi apresiasi  terhadap BKKBN Kaltim  yang menggelar  workshop dalam rangka meningkatkan kemampuan para PLKB  dengan memanfaatkan  IT,” katanya.

Dikemukakannya meskipun tenaga PKB/PLKB saat ini dirasa masih kurang, namun harus tetap semangat dalam mengadvokasi masyarakat. Idealnya satu  desa di tangani satu orang  PLKB, sementara  di Kaltim sendiri ada sekitar 1.032 desa/kelurahan.

Lanjut dia jumlah yang tidak sebanding tersebut perlu mendapat perhatian dari masing-masing kepala daerah untuk memenuhi kebutuhan, walaupun saat ini sudah dilakukan beberapa pengrekrutan  tenaga PLKB oleh kabupaten/kota namun masih kurang .

“Diharapkan kedepannya tenaga PLKB dapat terpenuhi sehingga program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBP) bisa berjalan sesuai harapan dan  dapat terwujud  keluarga kecil bahagia dan sejahtera,” kata Meiliana.(*)