Logo
images

Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar Gelar Pelatihan CTU

PONTIANAK -Sebanyak 15 Dokter Puskesmas se Kalbar dilatih CTU dalam rangka meningkatkan kualitas para dokter puskesmas se-Kalimantan Barat sebagai ujung tombak KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BkkbN) Kalbar bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Klinik Sekunder (P2KS) di Kubu Raya Kalimantan Barat.

Sebanyak 15 dokter Puskesmas tersebut dilatih CTU (Contraceptive Technology Update) setiap tahun dalam upaya meningkatkan upaya cakupan peserta KB.

Kualitas kesehatan masyarakat, menurunkan angka kematian ibu dengan menjadi peserta KB merupakan tujuan dari penyelenggaraan pelatihan ini.

Pelatihan kepada 15 dokter puskesmas ini juga merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan demi meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat serta meningkatkan minat masyarakat Kalbar hingga kepedalaman dalam menggunakan alat kontrasepsi.

“Tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan memang dalam hal menggerakkan masyarakat untuk paham akan kontrasepsi, makanya pelatihan ini kita gunakan untuk update serta evaluasi masalah yang dihadapi di lapangan,” ungkap Kepala Perwakilan BkkbN Kalbar, Kusmana diruang kerjanya.

Dengan adanya pelatihan ini, Kusmana menjelaskan selain meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat, seluruh pimpinan di 14 Kabupaten Kota yang ada di Kalbar mau dan mampu untuk menjadi penggerak dalam hal pemberian pelayanan kesehatan dan keluarga dengan sistem jemput bola.

“Karena masyarakat kita pada umumnya lebih suka didatangi petugas karena dilapangan mereka tidak mendatangi Puskesmas dengan beberapa kendala. Awal-awal mungkin cuma 1 atau 2 orang dan saya yakin lama lama pasti masyarakat akan berpartisipasi dan menjadi penggerak terutama dalam pemasangan kontrasepsi jangka panjang,” paparnya.

Kusmana berharap untuk petugas kesehatan di puskesmas dan PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana) punya jadual ke desa-desa yang ada untuk bersama mendatangi warga dalam penggunaan serta sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi.

Dengan diadakannya Pelatihan CTU ini diharapkan ada upaya yang akan dilakukan guna pemutakhiran informasi dan teknologi Kontrasepsi. Teknologi Kontrasepsi Terkini memberikan informasi terkini dan praktik terbaik bagi petugas, bagi perbaikan kualitas dan keamanan pelayanan. (TribunPontianak)