Logo
images

Perwakilan BKKBN Kalbar Jalin Kerjasama Bersama OPD

PONTIANAK - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat melakukan penandatanganan naskah kerja sama antara Perwakilan BKKBN Kalbar dengan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) kabupaten kota se-Kalbar.

"Penandatangan dilakukan bersamaan Rapat Koordinasi Daerah progam kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga provinsi Kalbar di Aston Hotel, Jalan Gajahmada Pontianak," kata Plh Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Gun Jamani, Selasa (7/3/2017).

Kerjasama ini meliputi langkah-langkah strategis dalam beberapa indikator yang akan dilaksanakan secara terpadu dalam upaya meningkatkan capaian berbagai sasaran strategis dalam program KKBPK di kabupaten kota se-Kalbar.

Pada Rakorda telah diundang 189 orang terdiri dari mitra kerja progam KKBPK Kalbar dan para asisten I Setda, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala OPD pengelola progam KKBPK se-Kalbar.

Perumusan Langkah Strategis Turunkan Angka Kematian Ibu

Asisten II Pemprov Kalbar, Robertus Isdius meminta para peserta Rakorda mendiskusikan strategi untuk solusi dan melakukan inovasi dalam mengantisipasi keterbatasan akses informasi dan pelayanan program KB dengan mendayagunakan kecanggihan teknologi dan ketersediaan transportasi secara cerdas.

"Rumuskan langkah-langkah dan strategi jitu untuk mengimplementasikan arahan saya pada rapat ini," katanya.

Robertus yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis juga meminta perumusan langkah strategis menurunkan angka kematian ibu yang jumlahnya masih sangat tinggi di Kalbar.

Bila semua kehamilan direncanakan dan dirawat dengan baik, maka kasus kematian ibu dan bayi akan dapat dihindari.

Untuk itu lakukan pembinaan pada seluruh pasangan usia subur agar dapat memahami dan mengimplementasikan perencanaan kehidupan keluarga yang baik.

"Termasuk di antaranya perencanaan terhadap proses kehamilan dan kelahiran," ungkap Robertus. (Tribun Pontianak)