Logo
images

Peran Motivator Terhadap Prestasi KB MOP Kalbar

Pontianak - Kesertaan KB Medis Operasi Pria-MOP di Kalimantan Barat yang sudah lama mencatat prestasi dengan peserta yang cukup banyak menjadi perhatian serius Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana-BKKBN Pusat untuk terus mendorong mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasi yang diraih.

Jika dilihat dari data kesertaan KB Medis Opersi Pria-MOP di Kalbar, yang pencapaiannya hingga sekarang diatas 100 persen dari target tahunan sudah semestinya merupakan prestasi yang patut diperhatikan.

Hal itu ditegaskan Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat Doktor Ir. Dwi Listyawardani  menjelang Pertemuan Motivator MOP se-Kalbar di Pontianak, Jumat (10/11/2017).

Menurut Dwi Listyawardani untuk mendorong prestasi ini tidak terlepas dari peran banyak motivator yaitu para peserta vasektomi itu sendiri. Oleh karenanya saat ini telah diberikan semacam pembinaan kepada para motivator  suapaya kinerjanya di lapangan lebih baik dan tertata kembali, sehingga mendapatkan informasi  lebih lengkap tentang vasektomi, termasuk prosedurnya dan lain-lain.

“Kita fahami bahwa para motivator kita itu berlatar belakang pendidikan yang sangat beragam  dan mungkin pengetahuannya tentanga vasektomi juga bisa jadi berlainan, termasuk cara mereka berkomunikasi  melakukan konseling. Karena  tugas mereka bukan hanya memotivasi tetapi juga memberikan konseling, sehingga calon peserta itu mantap untuk mengikuti  vasektomi sebagai salah satu  metode KB bagi pria,” paparnya.

Lebih lanjut Dwi Listyawardani  menjelaskan, pembekalan-pembekalan yang diberikan kepada para motivator antara lain pembekalan tentang materi baik secara program keseluruhan maupun secara medis yang diberikan oleh dokter yang sesuai dengan bidangnya.

Senada hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Kalimantan Barat Drs. Kusmana yang menyatakan bahwa 35 motivator dari beberapa Kabupaten di Kalbar yang diberikan pembekalan tentang vasektomi ini n relawan yang merupakan tenaga sukarelawan.

“Jadi  kalau tenaga sukarela itu tenaga yang partikelir  yang kita berikan sesuatu apapun kecuali keterikatannya adalah kepentingan bersama. Artinya motivator  KB pria ini merupakan relawan yang punya keterikatan tujuan bersama untuk saling  memberi dan berbagi informasi KB pria terutama vasektomi,” jelasnya.

Kusmana mengatakan mengingat para motivator tersebut relawan, maka BKKBN harus mengembangkan jaringan komunikasi yang  efektif agar tujuannya tetap terjaga secara bersama-sama. Kusmana mencontohkan  jika para motivator perlu abdite informasi, pendekatan hati, kepentingan bersama dapat dilakukan sehingga  komunikasinya menjadi efektif. 

Sumber: http://www.rri.co.id/ende/post/berita/455655/daerah/peran_motivator_terhadap_prestasi_kb_mop_kalbar.html