Logo
images

Penting Membangun Keluarga Untuk Membentuk Manusia Berkualitas

Jakarta – Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty menekankan pentingnya membangun keluarga untuk membentuk manusia yang berkualitas. Karena menurutnya, keluarga tempat tumbuhnya karakter asah, asih, asuh untuk terwujudnya manusia berkarakter dan berakhlak mulia.

“Orangtua harus punya karakter positif untuk menjadi teladan. mental dan karakter kuat dibutuhkan. Jika tidak ada harus diajak revolusi mental,” tegasnya usai menjadi keynote speech dalam Kuliah umum di Universitas Indonesia Kampus Salemba (27/4/2017) mengambil tema Membangun Karakter Bangsa Berbasis Keluarga.

Menurut Surya, BKKBN memiliki peran penting sebagai unit pendukung pembangunan karakter bangsa berbasis keluarga. Peran tersebut dilakukan dengan memberikan dukungan dan pelaksanaan Progam Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Hal ini sesuai dengan UU No. 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dimana awal berubahnya juga nomenklatur BKKBN  sebelumnya Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (Program Keluarga Berencana/KB) menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga/KKBPK).

Surya menambahkan, berdasarkan sumber dari BPS, 2016 saat ini kualitas penduduk Indonesia diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia (IPM) berada pada angka 69,55. Untuk meningkatkan IPM di Indonesia BKKBN berusaha terus untuk mensukseskan Program KKBPK, dengan mendukung program mencegah kematian ibu dan bayi dengan menghindari 4 Terlalu (4T) yaitu Terlalu Muda (menikah dibawah usia 21 tahun), Terlalu Rapat/Dekat (jarak anak kelahiran anak dibawah 3 tahun), Terlalu Banyak (melahirkan lebih dari 2 anak), Terlalu Tua (melahirkan pd usia diatas 35 tahun).

Ia menegaskan, bahwa kemajuan bangsa di masa depan ditentukan oleh kualitas SDM dan bukan oleh melimpahnya SDA. Untuk menciptakan SDM yang berkualitas seorang anak manusia harus diberikan gizi seimbang mulai dari 1000 hari pertama kehidupan dan diberi ASI sampai usia 2 tahun.

“Mengapa kualitas SDM dimulai dari keluarga ? Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat sekaligus wahana pertama dan utama penyemaian karakter bangsa, keluarga merupakan pilar pembangunan bangsa, keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan asah-asih-asuh, keluarga merupakan tumpuan untuk menumbuhkembangkan dan menyalurkan potensi setiap anggota keluarga,” imbuh Surya.

Selain Program KKBPK pada tahun 2015 BKKBN juga menerbitkan buku yang berisi tentang 9 aspek menjadi orangtua hebat mengasuh anak usia 0-6 tahun, diantaranya : Bersiap-siap menjadi orangtua, memahami peran orangtua, memahami konsep diri orangtua, melibatkan peran ayah, mendorong tumbuh kembang anak, membantu tumbuh kembang balita, menjaga anak dari pengaruh media, menjaga kesehatan reproduksi balita, dan membentuk karakter anak sejak dini. BKKBN juga memiliki Program Genre (Generasi Berencana) untuk menciptakan Generasi Emas yang memiliki pendidikan setinggi mungkin, pekerjaan yang kompetitif, menikah terencana, aktif dalam kehidupan masyarakat, dan pola hidup sehat sehari-hari. Keluarga yang sehat dan sejahtera harus direncanakan. (Sindotrijaya)