Logo
images

Pentaloka Saka Kencana Tingkat Nasional 2017

Lembang - Pentaloka merupakan acara yang sangat strategis bagi kami di jajaran BKKBN, tentu saja melalui kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam merangkai  bangkitnya kembali sebuah  kekuatan, yang pernah mewarnai gerakan pelaksanaan Program Keluarga Berencana beberapa waktu yang lalu. Pentaloka ini akan melahirkan sebuah semangat baru, seiring dengan perkembangan dan dinamika organisasi BKKBN. Sesuai dengan perkembangan program, saat ini Saka Kencana menambah satu krida yaitu Krida Promosi dan KIE, maka konsekuensi logis dari perubahan ini  adalah cakupan kegiatan BKKBN menjadi lebih luas. Hal ini secara otomatis akan turut mempengaruhi ruang lingkup tugas dan peran Saka Kencana saat ini dan akan datang. Diharapkan dengan bertambahnya krida dapat semakin menyebarluaskan informasi tentang Saka Kencana dan Program Kependuduka, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), jelas Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty. Sehingga Saka Kencana dapat semakin berkibar dan bermanfaat bagi masyarakat luas, tambah Surya pada acara Pentaloka di Hotel Grand Lembang, Jabar
 
Kehadiran Saka Kencana dalam meramaikan kancah satuan karya Pramuka sebagai wadah pembinaan bagi  kaum muda dalam membangun karakter bangsa, adalah merupakan tanggung jawab  dan  sebagai hal mendasar yang patut untuk disikapi dan diperjuangkan, ujar Surya.
 
Demikian pula halnya dengan pelaksanaan ‘Pentaloka” ini, saya sangat menghargai ketulusan para peserta dari Kwartir Daerah, Dewan Kerja Daerah dan Pramuka Pandega yang dalam berbagai tugas dan kesibukannya, namun masih tetap dapat menyempatkan diri untuk menghadiri kegiatan ini, imbuhnya.
 
Gerakan Pramuka patut kita acungi jempol, betapa tidak, dialah satu-satunya organisasi pendidikan  non formal yang masih eksis dan tidak pernah lapuk oleh hujan dan panas,  untuk  memperjuangkan dan menanamkan nilai-nilai  keikhlasan kedalam dada dan sanubari anak bangsa, seru Surya.
 
Dalam program Generasi Berencana (GenRe) BKKBN telah menerapkan pengakuan diri ini kedalam berbagai kegiatan yang ramah remaja, salah satu diantaranya adalah remaja GenRe yang sehat, cerdas, ceria.
 
Hal ini menjadi kunci pokok bagi remaja untuk dapat bersinergi dan memposisikan Pramuka sebagai rumah besar bagi anak kaum muda (SCOUT FOR CHANGE)“ Demi Perubahan yang lebih baik dan berkualitas”  
 
Secara operasional Saka Kencana memang memfokuskan pengabdiannya pada pembentukan karakter bangsa melalui pembinaan remaja, hal ini sejalan dengan cita-cita BKKBN agar remaja kita pada masa yang akan datang mampu menjadi Generasi Berencana, seperti yang tertuang dalam tema kegiatan ini “Pramuka Pelopor Generasi Berencana yang Berkarakter”. Generasi yang memiliki perencanaan yang matang, memilki kemampuan untuk memilih keputusan yang arif dan bijak, untuk menentukan yang terbaik bagi dirinya, keluarganya dan bangsanya. Karena remaja adalah harapan bangsa, maka tanggung jawab kita semua untuk dapat mengambil peran, tak terkecuali bagi kakak Pamong, pembina dan pengurus Saka Kencana yang di hadir disini, sekali lagi  saya berpesan untuk terus semangat bekerja dengan penuh ketulusan seperti yang terpatri  dalam dasa Darma yang kesepuluh yakni,  “suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan”, ujar Surya.
 
Berdasarkan hasil proyeksi penduduk tahun  2035, jumlah remaja umur 10-24 tahun, jumlahnya  sekitar 67 juta jiwa. Melihat jumlahnya yang sangat besar, maka remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani, mental dan spiritual. Faktanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja mempunyai permasalahan yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialami remaja. Masalah yang menonjol dikalangan remaja yaitu permasalahan seputar TRIAD KRR (Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS), rendahnya pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dan median usia kawin pertama perempuan relatif masih rendah yaitu 20.1 tahun (SDKI 2012).
 
Surya selalu meyakini bahwa jika saja kaum muda kita memahami hakikat. Penduduk sebagai sentra pembangunan, maka laju pertumbuhan penduduk suatu saat dapat kita tekan atau TFR kita akan menjadi lebih kecil lagi dari angka sekarang, karena itu semoga melalui pentaloka ini, pandangan dan sikap kaum muda terhadap  pengendalian penduduk menjadi penting adanya, tutup Surya. (Humas)