Logo
images

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dan Kepala BPS Suhariyanto pada pertemuan Tim Teknis dan Pengarah SDKI 2017

Kepala BPS Ingatkan Tim SDKI untuk hati-hati dalam Bertanya

Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto meminta tim teknis Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 agar hati-hati dalam memberikan pertanyaan ke penduduk.

"Kita gak usah ragukan lagi tim penanya pasti hebat hebat namun kita juga mesti hati hati dalam bertanya. Biasanya orang merasa terganggu ketika tim bertanya berapa sering pasangan berhubungan badan, ini yang menjadi kendalanya. Jadi setiap tim harus menjalankan fungsinya dengan baik. Mendekati setiap orang dengan baik sehingga survei dapat berjalan dengan optimal," jelas Suhariyanto dalam pembukaan SDKI 2017 di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Suhariyanto juga mengucapkan terimakasihnya pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas kerjasamanya selama 8 tahun ini dalam membantu menyelenggarakan SDKI. Kata Suhariyanto BKKBN sangat teliti dalam menjalankan SDKI sehingga perbandingan data demografi dan kesehatan Indonesia dapat dijalankan di dunia internasional.

"BKKBN sangat baik sangat menjadi mitra utama kami dalam survei SDKI ini, kami berharap survei kali ini berjalan dengan lancar," tutup Suhariyanto.

Diketahui BKKBN telah membuka kegiatan pertemuan tim pengarah dan tim teknis SDKI 2017. Data SDKI diperlukan oleh berbagai instansi seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta instansi/lembaga lain yang berhubungan dengan kependudukan, KB, dan kesehatan. 

Kemudian yang tak kalah penting, data SDKI dibutuhkan pula oleh kalangan organisasi profesi dan perguruan tinggi dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.

Rencananya pelatihan instruktur utama dan koordinator lapangan SDKI akan dilakukan pada Maret-April. Selanjutnya pelatihan instruktur nasional dan petugas pengumpul data pada April-Mei. Lalu pengumpulan data dilakukan pada bulan September. Pengolahan data dilakukan bulan Oktober-November. Terakhir penulisan laporan pendahuluan yang berisi indikator utama progam kependudukan, KB, dan kesehatan akan diselesaikan pada bulan Desember. (RRI)