Logo
images

Kepala BKKBN mengajak mahasiswa kedokteran Universitas Riau untuk ikut mengedukasi remaja terkai resiko nikah muda dan kesehatan reproduksi

Siaran Pers No. RILIS/120/B2/BKKBN/X/2019


Pekanbaru – Kepala BKKBN menjadi pembicara dalam Kuliah Umum di Universitas Riau. Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam kunjungannya ke Kota Pekanbaru, Riau (6/11). Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Riau, Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Kepala Dinas dukcapil, Wakil Rektor II dan beberapa dekan juga guru besar.

 

Kepala BKKBN didepan mahasiswa dan mahasiswi kedokteran UNRI menyampaikan, “Sex di usia dini sangat beresiko dengan cervical cancer. Mahasiswa kedokteran harus memberikan konseling mengenai resiko nikah di usia muda, ini penting untuk disampaikan kepada calon-calon pasangan, jangan sampai terkena kanker mulut rahim. Termasuk didalamnya hak reproduksi, kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi”. 

 

Di tambahkan, “Perempuan lebih banyak resiko dan terkena masalah apabila berhubungan sex di usia terlalu muda, ini bukannya nikah dini ya tapi jadinya kawin dini, jadi kalau ada yang menikah di usia 24 tahun tetapi pernah berhubungan seksual saat di bawah usia 20 tahun harus rajin-rajin pap smear karena bisa saja terkena kanker mulut rahim, kesehatan reproduksi ini penting sekali untuk diperhatikan”.

 

Selain itu, Kepala BKKBN juga mengatakan bahwa “kontrasepsi mengatur spacing, jarak kehamilan, karena jarak kehamilan membuktikan akan berkolerasi kuat dengan nutritional deficiencies, semua research sama hasilnya bahwa anemi pada ibu-ibu sangat terkait dengan jumlah darahnya, orang yang menggunakan kontrasepsi hormonal pendarahannya lebih sedikit sehingga akhirnya tidak anemi. Selain itu, stunting dan autisme juga terkait dengan jarak yang terlalu dekat”.

 

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan MoU kerjasama antara Kepala BKKBN Riau, Pak Agus Proklamasi dengan Fakultas Kedokteran Universita Riau dan disaksikan langsung oleh Kepala BKKBN, dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) dan Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Ir. H. Aras Mulyadi, M.Sc.

 

Kepala BKKBN mengatakan “kami berharap kita BKKBN bisa kerjasama dengan Universitas Riau, agar disini ada pre-service training, ada pasang cabut implant dan iud, saya maunya mahasiswa kedokteran unri ini lulus dari sini bisa pasang cabut implan dan iud, sehingga implannya kami bisa menyediakan, iudnya kami bisa menyediakan, pasiennya bisa kami sediakan, mohon ijin kami juga punya p2ks yang sangat berkompeten untuk melatih sehingga pak dekan menyiapkan dari sisi waktu dan mahasiswa”.

 

Mengakhiri materi yang disampaikan, Kepala BKKBN menitipkan pesan “Saya hanya titip untuk adek-adek calon dokter untuk mempelajari ilmu sebaik-baiknya dan jangan lupa, pesan aristoteles ada 3, etos lugos dan pathos, kita bekerja melayani masyarakat tidak hanya dengan lugos dan etos tapi juga patos yaitu mempunyai empati terhadap pasien, membayangkan bagaimana kalau jadi si pasien”. Kepala BKKBN juga berharap kerjasama BKKBN dengan Universitas Riau bisa membawa harakat dan kebaikan bagi semua. (HMS)