Logo
images

Kepala BKKBN Ajak Remaja Menjadi Generasi Berencana

Ternate - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr.Surya Chandra Surapaty, MPH, Ph.D melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku Utara, selama tiga hari dari tanggal 22 – 24 Mei 2017. Dalam kunjungan kerja tersebut Kepala BKKBN diantaranya memberikan  kuliah umum tentang revolusi mental dalam rangka memperkuat karakter bangsa berbasis keluarga di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate dan Universitas Halmahera Utara di Tobelo, kemudian meninjau pelayanan KB dan Cafe GenRe di Kota Ternate, dialog interaktif di RRI Ternate serta menghadiri acara aksi genre.

Aksi GenRe di Maluku Utara merupakan rangkaian acara Aksi GenRe di 10 Provinsi diantaranya Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Kalbar, NTB, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Barat,  Lampung, Sulawesi Barat. Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2017, yang diperingati setiap tanggal 29 Juni. Kampanye yang dikemas dalam aksi generasi berencana (GenRe) ini dihadiri oleh pelajar dan remaja Kota Ternate serta perwakilan remaja dari seluruh Provinsi Maluku Utara. Acara ini digelar menarik lewat berbagai atraksi seni. Kegiatan aksi GenRe di Kota Ternate juga dimeriahkan dengan lomba poster GenRe, penyuluhan kesehatan reproduksi  dan narkoba kerjasama dengan Badan Narkotika Provinsi,dan juga tersedia booth PIK remaja dan booth dari Ditlantas.

Hasil Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2035, tahun 2016 jumlah penduduk usia 10-24 tahun di Indonesia diproyeksikan mencapai 66,3 juta jiwa atau sekitar 25,6 persen dari total jumlah penduduk di Indonesia. Artinya, 1 di antara setiap 4 orang Indonesia adalah remaja. Jumlah remaja yang besar ini akan dapat menjadi aset yang luar biasa bagi bangsa dan negara Indonesia apabila dikelola dengan baik khususnya dalam menghadapi Bonus demografi. Bonus demografi ini merupakan sebuah peluang bagi bangsa Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan. Sebaliknya, bonus demografi ini akan menjadi musibah bila generasi muda tidak disiapkan untuk mengisi bonus tersebut.

Dalam sambutannya Kepala BKKBN menjelaskan "Remaja saat ini akan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia, nantinya diharapkan menjadi generasi yang cerdas dan komprehensif, yaitu produktif, inovatif, damai dalam interaksi sosialnya, sehat dan menyehatkan dalam interaksi alamnya". Jelas Surya.

BKKBN mengembangkan Program GenRe, dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang Pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan: jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi. 

Sekretaris Kota Ternate Drs. M. Tauhid Soleman, M.Si dalam sambutannya menyampaikan "Pemerintah Kota Ternate sangat mengapresiasi dan siap mendukung program dari BKKBN dalam rangka menciptakan generasi muda yang berkualitas khususnya di Kota Ternate" ujar Tauhid.

Data menunjukkan bahwa perkawinan di kalangan remaja masih terjadi. Proporsi remaja usia 15-19 tahun yang sudah melahirkan dan hamil anak pertama naik dari 8,5% (SDKI 2007) menjadi 9,5% (SDKI 2012). Laporan review tahunan Unicef  2014 menguatkan data tersebut dengan mengungkapkan bahwa satu dari empat perempuan di Indonesia menikah sebelum berumur 18 tahun.

Surya Chandra Surapaty menegaskan, "Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda. Program ini lebih fokus agar generasi muda tidak melakukan Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah Penyalahgunaan Napza.Program GenRe dilaksanakan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja/Mahasiswa (PIK Remaja/Mahasiswa) di sekolah dan kampus." tegas Surya.(Humas)