Logo
images

Gubernur NTT Tegaskan Komitmen Dukung Program BKKBN

Kupang - (01/10/2017) Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) disambut kedatangannya langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya di Bandara El Tari Kupang. 
 
Dalam pertemuan dengan Gubernur NTT, Kepala BKKBN menyampaikan beberapa program yang akan menjadi prioritas BKKBN. "Saat ini BKKBN dalam upaya merevitalisasi Program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) tengah mengembangkan Kampung KB, kami mengharapkan dukungan dari Pemerintah Provinsi NTT, dengan meningkatkan sinergisitas dengan program-program lain, keluarga berencana ini adalah dalam upaya membangun kualitas manusia", jelas Surya.
 
Dalam kunjungan kerja di NTT Kepala BKKBN diantaranya akan memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kantor Perwakilan BKKBN NTT, memeriksa gudang alat kontrasepsi (alkon) di gudang alkon BKKBN NTT, kemudian menjadi pembicara dalam Forum Ilmiah Kesehatan Masyarakat yang diselelenggarakan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) di STIKES CHMK Kota Kupang, Talkshow di RRI Kupang, dilanjutkan dengan kunjungan kerja di Kota Ende.
 
Gubernur NTT Frans Lebu Raya menyampaikan,"Kami siap mendukung semua program dari BKKBN, kampung KB sebagai salah satu upaya mensejahterakan masyarakat NTT dengan meningkatkan kualitas manusia, melalui program KB bisa membangun keluarga yang berketahanan," tegas Frans. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Hukum Organisasi dan Humas BKKBN Kresaputra dan Kepala Perwakilan BKKBN NTT, Marianus Mau Kuru
 
BKKBN telah merumuskan kebijakan yang konkrit yang tertuang dalam program prioritas BKKBN, yaitu: 1) Pengembangan dan Intensifikasi Kampung KB, 2) Mengembangkan strategi perencanaan program KKBPK dengan pendekatan Holistik, Integratif, Tematik dan Spasial, 3) Pendayagunaan PLKB/PKB pasca pengalihan status ke Pusat menjadi penyuluh KKBPK. Ke-4 adalah pemenuhan kebutuhan alat dan obat kontrasepsi, 5) Integrasi pelayanan KB dalam system Jaminan Sosial Nasional, 6) Melakukan Revolusi Mental dengan mengedepankan Integrasi kegiatan Bersama mitra dalam program KKBPK, 7) Berperan aktif dalam pembangunan SDM di tanah Papua, 8) melakukan kegiatan inisiatif “Pilihanku” di empat provinsi.
 
Lebih lanjut Gubernur NTT menjelaskan, "Bentuk operasional program KKBPK bisa bersinergi dengan program-program pembangunan lainnya di NTT yang tentunya dengan berbasis pada kearifan lokal NTT," jelas Frans.
 
Kepala BKKBN menjelaskan, "Melalui Kampung KB yang sinergis dengan program lain diharapkan dapat mewujudkan keluarga berkualitas dan tentu terus berupaya meningkatkan jumlah dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi (KR), dan tentunya juga untuk meningkatkan kesertaan ber-KB bagi penduduk miskin dan daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan dan meningkatkan ketahanan keluarga," ungkap Surya. (HUMAS)