Logo
images

GENCAR KAMPANYE PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN KEPALA BKKBN RESMIKAN TUGU GENERASI BERENCANA DI TAPIN

Rantaubaru - (22/04/2017) Generasi muda diharapkan untuk tidak menikah dalam usia yang terlalu muda. Imbauan ini terus di gaungkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).  Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pendirian Monumen Generasi Berencana (GenRe) dan pembacaan ikrar remaja GenRe di taman siring, Rantaubaru, Kabupaten Tapin.
 
Monumen dengan simbol salam tiga jari dengan telunjuk dan ibu jari membentuk angka nol itu di bagian bawahnya bertuliskan "generasi berencana Tapin bertekad meningkatkan usia kawin pertama perempuan 21 tahun laki-laki 25 tahun."Kemudian, sisi sampingnya lagi bertuliskan "katakan tidak pada nikah dini, seks pranikah dan narkoba". Monumen Generasi Berencana (Genre) di Rantaubaru, Kabupaten Tapin Sabtu (22/4/2017) diresmikan oleh Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty, bersama Bupati Tapin Arifin Arpan.
 
Monumen ini menjadi simbol tekad pemerintah kabupaten Tapin dan masyarakat Tapin untuk meningkatkan pendewasaan usia perkawinan dan generasi muda untuk menjauhi tiga hal pernikahan dini, seks pranikah dan narkoba. Ikrar remaja GenRe diikuti oleh sekitar seratus perwakilan remaja dari Kabupaten Tapin.
 
Bupati Tapin Arifin Arpan dalam kesempatan tersebut  menyampaikan, "Pemerintah Kabupaten Tapin, menunggu program-program pemerintah dan siap melaksanakannya. Ini adalah salah satu wujud komitmen kami dalam program GenRe", ungkap Arifin. Melalui Program GenRe, remaja dibina dan diarahkan untuk mampu menjalani masa transisi kehidupan remaja yaitu melanjutkan sekolah, mencari pekerjaan,  memulai kehidupan berkeluarga; menjadi anggota masyarakat; dan mempratikkan hidup sehat
 
Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty bersama Bupati Tapin dan Ketua MUI Kabupaten Tapin saat peresmian Monumen Genre dan Ikrar Remaja GenRe Kabupaten Tapin, Rantaubaru (22/04/2017)
 
Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dalam sambutannya menyampaikan "BKKBN akan terus gencar berkampanye di tingkatan bawah, melibatkan siswa, mahasiswa usia remaja. Ini agar mereka bisa melangsungkan pendidikan dengan terencana, berkarier dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan.
 
Angka pernikahan dini di Kalimantan Selatan hingga kini masih menjadi yang tertinggi, yaitu 51/1.000 penduduk atau jauh di atas angka rata-rata nasional sebesar 40/1.000 penduduk. Sekarang pernikahan usia dini tertinggi di Kalimantan Selatan ada di Kabupaten Tapin, Kotabaru, Tabalong, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Utara. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat angka kelahiran pada usia perempuan 15-19 tahun tercatat mencapai 48 persen di Indonesia. Ini dikarenakan berbagai persoalan dan ketidakmengertian remaja tentang pernikahan dan sex bebas. 
 
Norhaliza, siswa MTS N 1 Tapin, salah satu generasi muda Tapin ditemui pada peresmian tugu GenRe menegaskan "Saya ingin melanjutkan pendidikan sekolah saya hingga sarjana, dan tidak mau untuk menikah dini. Di keluarga saya ada yang menikah waktu masih dibawah 20 tahun saya tidak mau menikah dini. Saya ingin merencanakan masa depan" tegas liza.
 
Indonesia kedepan akan menghadapi 'bonus' demografi yaitu jumlah penduduk usia produktif melebihi penduduk di luar usia produktif. Menurut Surya Chandra Surapaty, kondisi ini bisa berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat namun dapat juga menjadi beban bangsa. Untuk menjadikan kondisi ini menguntungkan Indonesia, diperlukan adanya peningkatan kompetensi dan kualitas SDM. Kualitas SDM ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan generasi muda. "Kita harap generasi muda untuk mencapai pendidikan setinggi mungkin," katanya.
 
Berdasarkan hasil proyeksi penduduk Indonesia tahun 2010-2035, jumlah penduduk Indonesia usia 10 tahun – 24 tahun mencapai 66,3 juta jiwa atau 25,6 persen dari total penduduk Indonesia pada 2016. Potensi jumlah remaja yang besar itu dapat menjadi aset yang luar biasa bagi Indonesia bila dikelola dengan baik.
 
Mengakhiri sambutannya Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty menyampaikan kembali "Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tapin untuk menjadi petugas KKBPK, menyampaikan pesan-pesan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) sehingga program KKBPK dapat tersampaikan" pungkas Surya. (Humas BKKBN)