Logo
images

Bonus Demografi, Meningkatkan Kualitas Penduduk Melalui Keluarga

Ende - Indonesia akan memasuki fenomena bonus demografi. Yakni Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk usia produktif secara signifikan. Hal ini terjadi karena keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Melalui keberhasilan program Keluarga Berencana merubah struktur umur penduduk yang ditandai dengan menurunnya rasio ketergantungan (dependency  ratio) penduduk non-usia kerja (0-14 tahun dan diatas 65 tahun) terhadap penduduk usia kerja (15-64 tahun).
 
Bonus demografi merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Indonesia sendiri diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi pada 2030 mendatang.
 
Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty menjelaskan, "Menghadapi Bonus Demografi, BKKBN mengambil peran meningkatkan kualitas penduduk melalui pembangunan keluarga. Mendorong agar setiap anak yang dilahirkan berkualitas, dengan memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak di 1000 hari pertama kehidupan, dengan memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif,  diharapkan orangtua cerdas dalam mengurus buah hati mulai dari kebutuhan gizi hingga stimulus perkembangannya." jelas Surya. Hal ini disampaikan pada kuliah umum tentang Revolusi mental melalui program Generasi Berencana (GenRe) oleh Kepala BKKBN di Universitas Flores Kota Ende, Nusa Tenggara Timur (03/10/2017).
 
BKKBN mengajak membangun keluarga yang berkualitas dengan keluarga berketahanan disamping itu melalui program Keluarga Berencana (KB), setiap keluarga Indonesia diharapkan memiliki rata-rata 2 orang anak demi mewujudkan Penduduk Tumbuh Seimbang (PTS) pada tahun 2025, yang ditandai dengan Angka Fertilitas Total (TFR) sebesar 2,1. Dengan memiliki 2 anak dan jarak antar kelahiran minimal 3-5 tahun atau tidak ada dua balita dalam satu keluarga, maka orangtua memiliki kesempatan untuk memberikan asah, asih dan asuh secara penuh kepada anak.
 
Menghadapi Bonus Demografi kepada generasi muda kota Ende, Kepala BKKBN berpesan, "Katakan tidak pada seks pranikah, katakan tidak pada pernikahan usia anak, katakan tidak pada narkoba. Generasi muda harus menjadi Generasi Berencana (GenRe) merencanakan masa depanmu, merencanakan kapan selesai kuliah, kapan bekerja, merencanakan kapan menikah. Menikahlah pada usia minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki " tegas Surya.
 
Saat ini program Keluarga Berencana sejak reformasi redup sebagai upaya merevitalisasi, BKKBN mengembangkan dan intensifkan program kampung KB. Kampung KB harus sinergis dengan program lain sehingga diharapkan dapat mewujudkan keluarga berkualitas dan tentu terus berupaya meningkatkan jumlah dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi, dan tentunya juga untuk meningkatkan kesertaan ber-KB bagi penduduk miskin dan daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan dan meningkatkan ketahanan keluarga. (HUMAS)