Logo
images

BKKBN TERUS BERUSAHA CAPAI TARGET RENSTRA 2015-2019

 

Siaran Pers Rilis/31/B4/BKKBN/IV/2019

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)Depok (22/04/2019). Data-data dalam SDKI Tahun 2017 memperlihatkan kemajuan-kemajuan yang dicapai program keluarga berencana (KB) dalam 5 tahun terakhir dan kontribusinya terhadap situasi transisi demografi di Indonesia. TFR Indonesia mengalami penurunan sebanyak 0,2 poin, dari 2,6 per wanita usia subur pada SDKI Tahun 2012 menjadi 2,4 per wanita usia subur pada SDKI Tahun 2017.

Sedangkan hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Pemerintah Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP – KKBPK) tahun 2018 menunjukkan 3 (tiga) indikator capaian RENSTRA BKKBN 2015-2019 yang telah mencapai target, yaitu: pertama penurunan angka kelahiran total menjadi 2,38 per WUS usia 15-49 tahun dari target tahun 2018 sebesar 2,31 (persentase capaian 97,1%); Kedua, penurunan angka putus pakai menjadi 25% dari target tahun 2018 sebesar 25% (persentase capaian 100%) dan ketiga peningkatan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebesar 23,1% dari target tahun 2018 sebesar  22,3% (persentase capaian 103,6%).

Akan tetapi, masih terdapat (dua) sasaran yang perlu menjadi perhatian kita bersama, karena belum sesuai dengan target yang ditetapkan. Kedua indikator tersebut yaitu pertama, adalah peningkatan penggunaan kontrasepsi modern yang hanya mencapai 57% dari target tahun 2018 sebesar 61,1% dan terakhir adalah menurunkan tingkat unmet need dari 12.4% sesuai dengan tahun 2018 sebesar 10,14%. Maka dari itu, BKKBN masih mempunyai pekerjaan rumah yang sangat besar untuk mencapai sasaran tahun 2019 ini.

Memasuki tahun ke lima atau periode terakhir RPJMN periode 2015-2019, pemerintah berupaya agar Visi dan Misi Pembangunan 2015-2019 dapat terwujud. Dalam rangka mengukur capaian indikator dan sasaran strategis Program KKBPK tahun 2019 dilakukan Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP) 2019. “Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP - KKBPK) 2019 merupakan refleksi pencapaian Program KKBPK selama kurun waktu 2015-2019. Tahun 2019 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Renstra 2015-2019, dimana BKKBN harus dapat mempertanggungjawabkan sasaran/target yang sudah ditetapkan. “ terang Sekretaris Utama BKKBN, H. Nofrijal, SP, MA saat membuka kegiatan Pembekalan Fasilitator dan Supervisor Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP) Tahun 2019 di Margo Hotel, Depok (22/04).

Pertanggungjawaban yang BKKBN lakukan tidak hanya terbatas pada program akan tetapi juga secara luas pada peningkatan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia dengan sasaran pada pengendalian penduduk, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Pembangunan yang dilakukan secara terencana di segala bidang dan berbasis data sehingga dapat menciptakan kondisi ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan daya tampung untuk meningkatkan kapasitas penduduk dalam pembangunan. Cakupan sampel SKAP – KKBPK 2019 yang meliputi 34 provinsi di Indonesia, dengan level estimasi parameter nasional dan provinsi sehingga diperkirakan 67.725 rumah tangga yang akan menjadi sampel (dari sebanyak 1.935 kluster).

 Menurut Nofrijal, SKAP – KKBPK 2019 menjadi penting untuk dilaksanakan karena selain sebagai alat evaluasi program juga merupakan salah satu rujukan perumusan kebijakan, strategi, program jangka menengah nasional dan rencana strategis BKKBN 2020-2024. Dalam rangka mencapai visi BKKBN “Terwujudnya Penduduk Tumbuh Seimbang dan Berkualitas” yaitu menurunnya TFR menjadi 2,1 anak pada tahun 2025, terbentuk struktur umur produktif, TFR harus terus dijaga dan dipertahankan untuk menjaga pertumbuhan penduduk tetap seimbang dalam jangka waktu panjang dan tidak negatif.

Pembekalan Fasilitator dan Supervisor SKAP – KKBPK Tahun 2019 diselenggarakan dari 21 April s/d 4 Mei 2019 di Margo Hotel, Depok, Jawa Barat. Peserta pelatihan Fasilitator dan Supervisor berjumlah 300 orang, berasal dari 34 perwakilan BKKBN Provinsi dan perguruan tinggi di provinsi setempat. Nara sumber berasal dari Badan Pusat Statistik, Master Trainer yang berasal dari pejabat struktural, staf dan peneliti Puslitbang KB dan KS, peneliti dari Puslitbang Kependudukan, peneliti dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Widyaiswara dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan KKB, Pranata Komputer dari Direktorat Teknologi Informasi dan Dokumentasi dan mitra kerja.

Nofrijal mengatakan bahwa para fasilitator dan supervisor provinsi memiliki peran dan fungsi penting dalam hal kualitas data SKAP 2019. “Saya tekankan bahwa peran saudara sebagai fasilitator dan supervisor menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga kualitas dari survei ini. Oleh karena itu peran saudara dalam kegiatan pembekalan fasilitator dan supervisor ini sangat berkontribusi terhadap kualitas data yang akan dikumpulkan nanti.” tutup Nofrijal. (Humas)