Logo
images

wawancara_Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty dan kepala BPS Suhariyanto pada pertemuan tim pengarah dan teknis sdki 2017

BKKBN Optimis Turunkan Angka Kelahiran Total

Jakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty mengatakan terus berusaha menurunkan angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) di Indonesia.

Sejak tahun 2002 TFR tertahan pada angka 2,6 anak per wanita yang berpengaruh pada kemajuan ekonomi bangsa.

"Kita akui ini paling sulit menurunkan TFR. Tapi kita optimis kita dapat menurunkannya jadi 2,3 anak per wanita. Untuk itu dibutuhkan survei demografi kesehatan Indonesia tiap tahunnya agar ini menjadi penunjang dalam data kependudukan Indonesia yang sejahtera dan berkualitas," terang Surya di Jakarta, Jumat (10/2/2017).

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) lanjut Surya dilakukan dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai kesehatan ibu dan anak, prevalensi imunisasi, kesehatan reproduksi, prevalensi KB, serta pengetahuan tentang AIDS dan Premenstrual Syndrome (PMS) diharapkan dengan tercapainya SDKI 2017 kesejahteraan rakyat Indonesia makin meningkat.

"Angka kelahiran meningkat karena apa, masyarakat lupa dengan KB nya. Program KB di daerah-daerah tidak berjalan dengan maksimal untuk itu kita lalukan SDKI tahun 2017 harapannya dapat mensejahterakan keluarga Indonesia," jelas Surya.

Tahun 2017, SDKI  kembali dilaksanakan. Pelaksanaan SDKI melibatkan lintas sektor seperti BKKBN, BPS, Kemenkes, Bappenas dan Lembaga Demografi, serta UI. Pada tahun 2017 akan dilaksanakan pegumpulan data, pengolahan data, dan penyusunan laporan pendahuluan yang berisi indikator utama program kependudukan, KB dan kesehatan.

Surya juga menjelaskan mengawali pelaksanaan SDKI 2017 perlu diadakan pertemuan Tim Pengarah dan Tim Teknis untuk mengkoordinasikan setiap tahap pelaksanaan SDKI, dengan harapan seluruh tim yang terlibat memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kualitas data hasil survei. 

Rencananya ada sekitar 49.250 keluarga yang tersebar diseluruh Indonesia untuk dicacah oleh tim SDKI 2017. SDKI akan berjalan selama 3 bulan dari Juli hingga September dan akan diolah seluruh data hingga penulisan laporan pada Desember 2017. (RRI)