Logo
images

BKKBN Berharap Tokoh Agama Turut Perkuat KKBPK

Denpasar: Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Chandra Surapaty berharap tokoh agama melalui Forum Antar-Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu) turut perkuat program Keluarga Berencana (KB).

 

“Kita mengharapkan Fapsedu ini menjadi komunikator, menjadi penyuluh KKBPK. BKKBN tidak akan tercapai target dan sasarannya tanpa mengajak serta seluruh komponen masyarakat dari pusat sampai ke daerah, termasuk tokoh-tokoh agama, pemuda, tokoh masyarakat, dan tokoh wanita,” kata Surya dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Fapsedu di Denpasar Bali, Rabu, 6/9/2017.

Surya mengemukakan tokoh agama sangat berperan dalam menyukseskan program KB sejak tahun 1970 hingga tahun 2000.

“Tokoh agama ini sangat berperan. Sejarah suksesnya KB pada tahun 1970 sampai 2000 karena tokoh agama juga terlibat aktif mengampanyekan, menyosialisasikan apa itu keluarga berencana,” jelas dia.

Ketua Umum Fapsedu Cholil Nafis menjelaskan lembaganya yang sudah tersebar di 34 provinsi dan hampir mencakup 80 persen kabupaten-kota di Indonesia memiliki sarana komunikasi kepada umat yang bisa digunakan untuk mengampanyekan program-program KB.

Program KB, pemahamannya tidak hanya sekadar membatasi setiap penduduk memiliki dua anak, melainkan bagaimana mengatur jarak kelahiran dan meningkatkan kualitas penduduk.

“Tema yang dibutuhkan sekarang ini peningkatan sumber daya manusia. Seringkali agama selalu bicara dengan keimanan dan setelah kematian, padahal setelah kematian itu bagaimana buah dari karya kita saat hidup. Dari berbagai agama yang hadir ini kita bisa beri nilai-nilai sumbangsih bangsa ini dalam keluarga,” papar Cholil.

Dia menginginkan sesama umat beragama tidak lagi sekadar membangun kerukunan, tapi bagaimana semangat kebangsaan sesama umat beragama digunakan sebagai potensi meningkatkan kebangsaan.

“Agama kadang-kadang dibenturkan dengan kebangsaan. Padahal, agama dan kebangsaan seperti dua sisi koin. Agama dengan kebangsaan menjadi teratur, kebangsaan dengan agama jadi bernilai. Berbangsa tanpa beragama jadi tidak bernilai karena hanya mengejar kekuasaan,” ujar Cholil.

Dia menerangkan Fapsedu bisa memperkuat nilai-nilai dalam keluarga guna membentuk karakter manusia Indonesia yang berkualitas. (Antara)