Logo
images

Bangkitkan Usaha Mikro BKKBN Gandeng Pengusaha Muda Wujudkan Keluarga Indonesia Sejahtera

No. RILIS/88/B4/BKKBN/VII/2020

 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta (07/07/2020)-“Pemerintah memperkirakan angka pengangguran tahun ini kembali meningkat akibat pandemi virus SARS CoV-2 penyebab penyakit corona (Covid-19). Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan persoalan kesehatan, namun berdampak pada masalah ekonomi. Berdasarkan data Bappenas prediksi angka kemiskinan berkisar 9,7-10,2 persen (24,79 juta). Untuk membantu mengatasi masalah ekonomi yang dihadapi keluarga Indonesia BKKBN terus berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga-keluarga Indonesia salah satunya dengan melakukan pembinaan dan pelatihan usaha ekonomi rakyat, tutur Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN, Dr. M. Yani, M. Kes, PKK saat menjadi pembicara webinar “Webinar Kebangkitan Usaha Mikro: Transformasi Ekonomi Keluarga (07/07/2020).

Usaha mikro, seperti Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) memiliki peranan yang sangat vital dalam menopang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan ketahanan keluarga. Sektor usaha mikro ini mampu menciptakan lapangan kerja yang kemudian menurunkan angka kemiskinan”, imbuh M. Yani.

M. Yani juga menyampaikan, usaha dan upaya BKKBN optimalisasi bonus demografi dan usaha mikro adalah melalui Program Usaha Ekonomi Keluarga Akseptor (Sakurga), dimana kelompok usaha ekonomi produktif (UPPKS) yang beranggotakan sekumpulan anggota keluarga yang saling berinteraksi dan terdiri dari berbagai tahapan keluarga sejahtera, baik pasangan usia subur yang sudah ber-KB maupun yang belum ber-KB. Sakurga ini bertujuan (1) mengajak keluarga aktif bergerak dalam ekonomi produktif; (2) menyosialisasikan pengelolaan keuangan keluarga; (3) meningkatkan ketahanan dan kemandirian keluarga; (4) mewujudkan keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera; (5) meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian keluarga akseptor KB, tutur M. Yani.

Sakurga memiliki katalog yang berisikan sekumpulan produk kelompok UPPKS dengan beberapa jenis usaha dari berbagai provinsi yang disebut Kathrina, yang terbit 2 kali dalam setahun yaitu di bulan Mei dan November terbitan pertama pada bulan November 2018 dan edisi kedua pada bulan Juni 2019. Selanjutnya produk yang terpilih dari Kathrina ke depan akan dipasarkan melalui aplikasi akutuku.com (www.akutuku.com), ungkap M. Yani.

Selain itu, Ketua Kompartmen Vokasi Bid 9 BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Brigita Manohara mengungkapkan, “Usaha mikro juga memiliki kontribusi yang sangat penting mengatasi masalah pengangguran, hal ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja meski jumlahnya tidak sebesar industri besar lainnya. Menurut Brigita, HIPMI merupakan sebuah organisasi independen yang merupakan kumpulan para pengusaha muda Indonesia yang bergerak dalam bidang perekonomian. Saat ini, HIPMI telah memiliki 274 Badan Pengurus Cabang yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia. HIPMI terbuka bagi siapa saja yang memiliki usaha yang saat ini telah menampung lebih dari 25.000 pengusaha yang bergerak di sektor UKM.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Barat & CEO PT Air Mas Group, Basuki Surodjo juga menyampaikan bahwa setiap orang bisa menjadi sukses dalam mengembangkan usahanya asalkan tetap semangat, bekerja keras dan terus melakukan inovasi-inovasi demi meningkatkan nilai produknya (product value). Para pengusaha itu merupakan pahlawan Bangsa karena dapat membuka kesempatan kerja sehingga dapat membantu upaya pengentasan kemiskinan. Menurut Basuki, HIPMI juga terus membantu melakukan beberapa usaha-usaha demi menggerakkan sektor perekonomian bangsa dan ikut aktif dalam sektor Usaha Kecil Menengah (UKM), ungkap Basuki.

Ketua Departemen Bidang 9 BPP HIPMI & CEO PT Prima Sukses, Felicia Wiwih Kastary menyampaikan perlunya pemisahan pengelolaan keuangan antara keuangan usaha dan keuangan keluarga. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi mismanagement ketika berusaha. Manajemen keuangan yang baik juga akan mendorong ekspansi usaha rumahan menjadi lebih maju dan melakukan berbagai inovasi usaha, tutur Felicia.

Webinar Kebangkitan Usaha Mikro: Transformasi Ekonomi Keluarga ini diselenggarakan atas kerjasama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) melalui aplikasi daring Cisco Webex Meting pada Selasa, 07 Juli 2020 diikuti oleh peserta Webex sekitar 435 peserta dan Live Youtube sekitar 500 peserta, acara ini menghadirkan empat pembicara yakni Deputi Bidang KSPK BKKBN, Dr. dr. M. Yani, M.Kes. PKK.; Ketua Kompartmen Vokasi Bid 9 BPP HIPMI, Brigita Manohara; Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Barat & CEO PT Air Mas Group, Basuki Surodjo; dan Ketua Departemen Bidang 9 BPP HIPMI & CEO PT Prima Sukses, Felicia Wiwih Kastary. (Humas)