Logo
images

BKKBN Gelar Workshop Menyamakan Persepsi Merealisasikan Program KKBPK

(BATAMPOS) - BKKBN menggelar workshop menyamakan persepsi dalam merealisasikan program kependudukan di Batam, Kamis (13/9).

Workshop sendiri diikuti sebanyak 116 peserta dari 85 kabupaten/kota se-Indonesia.

Pada workshop kali ini Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN pusat, Beni Benu mengakui untuk menjalankan program keluarga sejahtera BKKBN sering mengalami kendala di lapangan karena sulitnya akses yang dijangkau, terutama ke daerah pulau-pulau.

“Itu jadi tantangan tersendiri bagi kami BKKBN untuk mewujudkan keluarga ideal,” ujar Beni, panggilan akrabnya.

Dalam program kependudukan dan keluarga berencana yang dicanangkan tahun 2014, dan direalisasikan tahun 2016, BKKBN Kepri memiliki empat sub yang harus diurusi seperti kependudukan, keluarga berencana, keluarga sejahtera dan sertifikasi serta akreditasi.

“Untuk program kependudukan dan KB ini tergolong baru. Sebelumnya dihandel pemerintah daerah. Makanya harus disamakan persepsinya antara pusat, provinsi serta kabupaten/kota untuk mengetahui lingkup tanggung jawabnya,” terangnya.

Setiap daerah, lanjutnya, memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri. Kebetulan Kepri wilayahnya yang terdiri pulau-pulau terpisah oleh lautan, tentu kesulitan untuk mengakses setiap pulau-pulau tersebut bukan hal yang baru bagi BKKBN.

“Selain itu, banyak lagi kendala yang harus kami hadapi di lapangan seperti keterbatasan jumlah SDM yang ada, serta dukungan APBD di daerah yang terbatas dan infrastruktur yang belum memadai,” ujarnya.

Meski berbagai kendala selalu menghadang, Beni menegaskan, hal itu bukan menjadikan kendornya semangat untuk bekerja, tapi dijadikan sebagai tantangan tersendiri.

“Meski kendalanya banyak, namun kami BKKBN tetap wajib menjalankan program kependudukan. Pembagian tugas dan kewenangan inilah yang harus kami samakan persepsinya, agar jelas tugasnya daerah apa saja, pusat apa saja,” terangnya.

Karena sulitnya akses untuk menjalankan program BKKBN di daerah pulau-pulau seperti Kepri, BKKBN berharap dukungan dari pemerintah daerah.

Seperti yang dikatakan oleh Sekretaris BKKBN Kepri, Saifuddin. Meski kondisi di Kepri yang merupakan daerah kepulauan dan sulit untuk diakses, pihaknya terus berupaya mencari terobosan dalam menciptakan program keluarga sejahtera dan keluarga ideal di Kepri