Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita Daerah > Terdata 9.991 Bidan di Riau
Terdata 9.991 Bidan di Riau
Friday, February 17, 2012
Sejak dilakukan pendataan oleh ikatan Bidan Indonesia (IBI) Riau, saat ini jumlah Bidan yang tersebar di seluruh Kabupaten atau kota se Provinsi Riau terdata sebanyak 9.991 Orang.
Hal ini diungkapkan ketua IBI Riau Kasmarni saat memberikan sambutan saat pada acara kerja daerah (RAKERDA) IBI Riau di Hotel Furaya, Rabu (15/2). “Rakerda ini tidak lanjut dari rapat kerja nasional (RAKERNAS) 2011 lalu yang dilaksanakan di Solo,” Ujar Kasmarni
Dikatakannya, tujuan dilakukannya Rekerda IBI Riau adalah untuk menguatkan organisasi dan kualitas organisasi untuk mengevaluasi program kerja kedepan. Jumlah perserta yang hadir saat itu sekitar 800 orang dari seluruh Kabupaten/Kota.
“Saat ini sudah dilakukan pemutihan regrestasi ulang hingga 2012 ini sudah terdata 9.991 orang Bidan. Naik cukup signifikan dari jumlah 4.003 Orang Bidan. Regrestasi ini kita lakukan tanpa  melalui uji kopetensi dan menjadi tantangan kedepan bagaiman mengingatkan kualitas Bidan nantinya. Karena regrestasi kita lakukan tanpa melalui uji kopetensi, tentunya tidak melalui standar kopetensi dan standar profesi untuk itu, kita minta perhatian penuh dari pemerintah,” katanya. Sementara itu, ketua umum IBI pusat DR. Harni kusno mengucapkan terimaksih kepada Pemkab Bengkalis yang sudah begitu peduli terhadap Bidan-bidan yang tersebar di Kabupaten Bengkalis dengan memberikannya honor. Dari Rakernas IBI di Solo menghasilkan beberapa Rekomendasi di antaranya pengingat SDM bidan dari lulusan D1 Menjadi D3, meningkatkan setandar tenaga pendidik (Dosen) dari lulusan S1 jadi S2 uji kopetensi berdasarkan sool tertulis di sertai dengan uji laboratorium.
“Nantinya bagi dosen kebidanan harus melanjutkan pendidikan S2 yang saat ini masih ada di Unand. Dan bidan PNS yang bekerja di Puskesmas, puskesmas pembantu dan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di harapkan tetap bertugas di tempatnya agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat biasa diberikan secara maksimal,” sebutnya.
“Sedangkan staf ahli Gubernur  Riau bidang SDM, Drs . Zailani Arifsyah mengatakan program pembangunan Provinsi Riau adalah meningkatkan Kesehatan masyarakat melalui Kesehatan Ibu dan Anak, jamkesda,  rehabilitasi penyakit menular dan sebagainya.
Saya mengharapkan bidan menjadi stimulan meningkatkan pelayanan di semua tempat terhadap kesehatan Ibu dan Anak. Masih tingginya kematian Ibu dan Anak perlu mendapat perhatian semua pihak”, katanya.
Kepada wartawan Zailani menuturkan, tingginya kematian Ibu dan Anak di sebabkan empat faktor yakin terlalu muda menikah, terlalu tua menikah, terlalu dekat jarak lahir anak dan terlalu banyak melahirkan.
“Oleh kerena itu, bidan yang kita tempatkan di desa-desa di saat ini biasa bersinerji dengan dukun beranak dan memberikan sosialisasi bagaimana menekan angka kematian Ibu dan Anak, terangnya”,(DN).
Sumber Berita (Harian Riau Pos)