Metrotvnews.com, Ambon: Para lelaki di Provinsi Maluku yang
menjadi peserta Keluarga Berencana lebih suka memakai kondom daripada
kontrasepsi jenis vasektomi atau Medis Operasi Pria (MOP), yang ditawarkan Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Maluku.
"Jumlah
pengguna kondom dari tahun ke tahun selalu jauh lebih besar dibandingkan MOP,"
kata Kepala Bagian Keluarga Berencana/Kesehatan Reproduksi (KB/KR) BKKBN Maluku,
Fredy Kastanya di Ambon, Rabu (1/1).
Menurut dia, rata-rata pria lebih
menyukai kondom ketimbang vasektomi karena kondom gampang didapatkan dan
penggunaannya lebih mudah, sedangkan vasektomi berlaku seumur hidup dan harus
melalui operasi ringan, yakni dengan menutup saluran keluar sperma.
"Kami
menyediakan paket kondom gratis untuk penggunaan beberapa bulan di Puskesmas
atau klinik-klinik KB, juga bisa didapatkan di mobil-mobil KB keliling.
Sedangkan vasektomi harus dilakukan di Puskesmas atau rumah sakit,"
katanya.
Namun, Kastanya mengatakan, penggunaan kondom di Maluku terus
mengalami fluktuasi selama tiga tahun terakhir, yakni 16.982 orang pada 2009.
Angka tersebut menurun tajam pada 2010, yakni hanya 12.345 orang dan kembali
meningkat sebanyak 15.615 orang pada 2011.
Kendati demikian, jumlah
pengguna kondom di Maluku selama 2009 - 2011 yang mencapai 44.942 orang, masih
jauh lebih banyak dibandingkan vasektomi yang hanya sebanyak 3.200
orang.
Tercatat ada 1.072 pria yang mendaftar untuk vasektomi pada 2009,
tahun 2010 hanya 1.030 orang, sedangkan tahun 2011 meningkat menjadi 1.098
orang.
"Permintaan untuk vasektomi memang sedikit sekali. Itu pun masih
mengalami fluktuasi selama tiga tahun terakhir ini. Jumlah tersebut juga
mengalami fluktuasi," katanya.
Kastanya menambahkan, minimnya informasi
tentang KB jenis MOP, pola pikir masyarakat yang masih menyamakan vaektomi
dengan dikebiri dan dianggap melanggar aturan agama juga turut berpengaruh
terhadap sedikitnya pria yang berminat terhadap alat kontrasepsi jenis
ini.
"Kami sedang gencar membuat sosialisasi mengenai kontrasepsi bagi
laki-laki. Penggunaan alat kontrasepsi bagi pria menunjukan adanya partisipasi
gender, tidak selamanya harus wanita yang menggunakan KB untuk mencegah
kehamilan, tetapi kaum lelaki juga bisa," jelas Fredy Kastanya.(Ant/RIZ)