Page Content
Pekanbaru (ANTARA News) - Program Keluarga Berencana (KB) menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Drs Arie Goedadi Msc terbukti mampu memutus lingkaran kemiskinan di Indonesia.
"Satu hal yang harus diketahui, bahwa keluarga miskin belum tentu melahirkan anak yang miskin pula apabila ada asupan gizi, dan merangkak dewasanya anak tersebut menjalani pendidikan yang memadai," kata Arie di Pekanbaru, Selasa.
Dengan program KB gratis, lanjut Arie, keluarga yang tadinya miskin dapat merencanakan masa depan sang anak tanpa harus berlarut dalam kesulitan ekonomi keluarga.
"Salah satu contoh, keluarga tukang becak yang berpenghasilan kurang dari Rp30 ribu dalam sehari atau sebulan sekitar Rp900 ribu, jika mereka hanya memiliki anak dua atau maksimal tiga dengan jarak yang teratur atau anak pertama ke anak kedua sekitar tiga tahun, tentunya kesulitan ekonomi tidak akan begitu terasa," katanya.
Dengan strategi ini, pemerintah berfokus kepada alat kontrasepsi yang murah namun berkelanjutan atau berfungsi hingga jangka waktu yang cukup lama yang nantinya diberikan secara gratis ke kalangan masyarakat kurang mampu.
(KR-FZR)