Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita Daerah > Cegah HIV AIDS, Wamenkes Luncurkan Kampanye Sosialisasi HIV Aids
Cegah HIV AIDS, Wamenkes Luncurkan Kampanye Sosialisasi HIV Aids
Monday, November 21, 2011
Cegah HIV/AIDS, Wamenkes Luncurkan 'Aku Bangga Aku Tahu'

(Detik_Bandung) - Setelah membuka acara International Symposium Getting to Zero New HIV Infection, Zero Discrimination, Zero AIDS-Related Death in ASEAN, Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti launching kampanye 'Aku Bangga Aku Tahu' di Hotel Mason Pine Kota Baru Parahyangan Padalarang, Senin (21/11/2011).

Kampanye 'Aku Bangga Aku Tahu' merupakan program sosialisasi bahaya HIV/Aids yang ditujukan pada generasi muda berusia 15-24 tahun melalui komunikasi, informasi dan edukasi.

"Kampanye Aku Bangga Aku Tahu merupakan upaya untuk menyebarluaskan pengetahuan seputar HIV/Aids dengan harapan para generasi muda mengetahui bahayanya sehingga mencegah meluasnya HIV/Aids. Juga untuk menghapus stigma dan diskriminasi," ujar Ali.

Usai launching, Ali pun kemudian menyapa 10 provinsi di Indonesia melalui sambungan teleconfrence untuk menanyakan kesiapan daerah atas program tersebut.

Sepuluh provinsi yang melakukan teleconfrence yaitu Papua, Sulsel, Jateng, Jatim, Kalbar, Medan, Bali, Jakarta Riau dan Jawa Barat. Sepuluh provinsi tersebut adalah yang tercatat angka kasus HIV/Aidsnya tinggi. Provinsi tersebut masing-masing diwakili oleh kepala daerah atau yang mewakili.

Yang pertama kali disapa yaitu Provinsi Papua yang langsung diwakili Plt Gubernur Papua Syamsul Arif Rifai. Ali pun menanyakan kesiapan Papua atas program ini.

"Kami mendukung program yang berupaya mengatasi meluasnya HIV Aids karena kamu pun punya komitmen yang sama," katanya.

Sementara saat teleconfrence dengan provinsi Sulsel, Wagub Sulsel Agus Arifin menyatakan dengan penduduk sekitar 8 juta, ada sekitar 1,4 juta warga berusia 15-24 tahun yang akan menjadi sasaran program.

Sekda Bali I Made Jendra mengatakan,leaflet dan poster yang dibuat sangat menarik dan akan membuat senang yang membacanya. "Pas sekali untuk anak muda," katanya.

Wagub Jatim Saefulah Yusuf pun mengaku butuh program pendukung apalagi Jatim menjadi salah satu dari 3 provinsi dengan kasus HIV/Aids tertinggi

"Terus terang kami harus bisa mengetahui lebih jauh dan detail seputar HIV/Aids," katanya.

Sementara mewakili Jabar, Lex Laksamana yang hadir dalam acara tersebut berbincang langsung dengan Ali.

Teleconfrence ini terbilang sukses karena tak ada gangguan. Baik gambar atau suara pun adapat diterima keduabelah peserta conference dengan baik.

(tya/ern)