Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita Daerah > Arungi Laut tuk keberhasilan KB
Arungi Laut tuk keberhasilan KB
Friday, January 27, 2012
BKKBN Online Morowali. Ujung tombak keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) tak terlepas dari peran Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).  Mereka  memiliki peran untuk mengajak masyarakat mau ber-KB. 
Morowali, kabupaten pemekaran baru dari kabupaten Poso yang berusia 7 tahun sangat konsen terhadap program KB yang dapat meningkatkan kualitas kesejahteraan keluarga, kesehatan dan pendidikan., ungkap Kepala Badan Pemberdaya Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Morowali, Dra. Siti Ramadhani, M, Si.
"Sayangnya, di Morowali, Sulteng,  1 PLKB harus menangani 17 desa. Ideal, 1 PLKB menanggani 2 desa di masing-masing kabupaten. Namun. kenyataannya di lapangan jauh dari teori yang ada. "  ujar Kepala BKKBN perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah Dra. Rostiawaty Arhus, MM.
Lebih lanjut Ros mengatakan, Di provinsi Sulawesi Tengah, rata-rata 1 petugas PLKB harus bisa menangani 10 desa. Lebih parah lagi di Kabupaten Morowali, 1 PLKB rata-rata harus menangani 17 desa..
Perhatian pemerintah daerah Morowali terhadap program KB ditandai  dengan dierekrutnya PLKB baru dari PNS pegawai kecamatan di wilayahnya. Untuk menikatkan ketrampilan mereka dilatih khusus di provinsi dengan biaya APBD pada tahun lalu. Pelatihan ini dimaksudkan agar mereka  dapat memberikan penyuluhan dan mengajak masyarakat agar mau mengikuti program KB.
 
Dua kecamatan tersulit jangkauannya adalah kecamatan. Bungku Selatan dan Kecamatan Menui kepulauan.  Ada dua suku asli yang tingggal di kecamatan ini, suku Bajo dan  suku Bungku.
Bungku Selatan dapat dicapai dari ibukota kabupaten morowali selama kurang lebih 8 jam menggunakan "Ketingting". Ketingting sejenis kapal kayu khas Morowali.
Dari 26 desa yang ada di Bungku Selatan, 18 desa harus dijangkau oleh tiga PLKB yang bertugas dengan menggunakan ketinting., karena desa-desa tersebut merupakan kepuauan-lkepulauan kecil yang tersebar.
Begitu pula dengan  kecamatan Menui kepulauan, dapat dijangakau kurang lebih 15 jam dari Morowali. Ada 19 desa yang tersebar di 19 pulau-pulau kecil yang harus didatangi oleh empal PLKB yng bertugas di kecamatan ini.. 
Di Menui kepulauan,  PLKB  harus mengeluarkan biaya kurang lebih sekitar lima juta rupiah untuk sewa.  Speed boad., yang digunakan untuk memberikan penyuluhan keliling pulau.  Ini dilakukan sebulan sekali untuk menjangkau desa-desa yg tersebar di 19 pulaui-pulau  kecil, ujar Dani
"Advokasi kepada pemerintah kabupaten dan kota penting dilakukan untuk mendukung program KB. Untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan. Sarana dan prasarana penunjang kelancaran dan keberhasilan agar menjadi perhatian utama termasuk tenaga PLKB." tegas Ros.. (MAS)