Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Walikota Metro: Lansia Boleh Lemah Tapi Jangan Sakit
Walikota Metro: Lansia Boleh Lemah Tapi Jangan Sakit
Friday, February 17, 2012
BKKBN – Penduduk usia lanjut (lansia) sangat berarti dalam pandangan Walikota Metro H Lukman Hakim, SH. Alasannya, jika tidak tidak ada lansia, kita tidak pernah ada di bumi ini. Oleh karenanya, siapa lagi kalau bukan kita  yang menghargai lansia. Secara otomatis pula, kondisi lansia mempengaruhi masalah kependudukan secara nasional.
 
Kepedulian Lukman Hakim tercermin dalam setiap kegiatan akbar yang dilakukan sebulan sekali oleh seribu lebih lansia turun ke lapangan di Kota Metro, Provinsi Lampung. Para lansia melakukan kegiatan bersama, sarapan bareng. Di hari-hari tertentu ada juga kegiatan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Lansia di sana kini sudah punya koperasi simpan pinjam.
 
“Membina lansia sudah rintis sejak saya menjadi Sekretaris Kota Administratif tahun 1994. Dimulai dari 14 lansia saja, lama-lama terus bertambah sampai sekarang ribuan lansia bergabung. Ternyata, dari kumpul-kumpul bareng, para lansia merasa hidupnya lebih berarti. Barangkali saya terpilih dua kali jadi Walikota karena suara lansianya banyak,” kata Lukman Hakim sambil bergurau, Kamis (16/2).
 
Konsekuensi membina lansia tersebut, setiap kumpul-kumpul akbar, Lukman Hakim rela merogoh isi kantonya karena minimal harus mengeluarkan Rp2 juta untuk membeli 1,000-an kotak snack. “Yang penting para lansia senang. Tetapi tujuannya adalah, begitu pentingnya posisi lansia di masyarakat, minimal mereka bisa menjaga kesehatannya secara mandiri. Lansia boleh saja lemah tetapi jangan sakit,” kata Lukman.
 
Di Kota Metro, Usia Harapan Hidup (UHH) cukup tinggi. UHH perempuan 78 tahun dan UHH laki-laki 76 tahun. “Sekarang jarang ada lansia yang sakit, bahkan ada beberapa yang sekarang masih senam, besoknya meninggal karena memang sudah waktunya dipanggil Ilahi. Selama 2011, ada 11 lansia yang meninggal,” kata Lukman.
 
Menurut pengamatannya, saat berkumpul-kumpul sesama lansia itulah, mereka mereka bebas bercanda dengan teman seusianya. Di saat kegiatan bersama, Dinas Kesehatan ikut ambil bagian untuk melayani pemeriksaan kesehatan para lansia, setelah para lansia melakukan senam bersama. “Sekarang tidak ada lagi yang pakai “jarik” (kain) karena saya kasih seragam training (olah raga),” ujarnya.
 
Setelah banyak lansia yang bergaung, saat ini di masing-masing kelurahan sudah ada kegiatan lansia. Di 22 kelurahan, masing-masing terdapat 60 sampai 70 lansia. Kegiatan lansia ini juga menarik perhatian lansia di luar wilayah Kota Metro, seperti lansia dari Lampung Timur minta bergabung di Kota Metro.
Sementara itu, jadwal kegiatan lansia yang sudah rutin di Kota Metro yaitu pada tanggal muda minggu pertama, di halaman rumah dinas Walikota Metro, lansi hanya minum susu sapi bareng-bareng DAN sarapan bareng. Satu bulan sekali gebyar senam bersama di lapangan besar. Di kecamatan 1 minggu sekali dan  di kelurahan bisa tiga kali dalam satu minggu.(kkb2)