bkkbnonline BATAM: Target penggunaan alat kontrasepsi hingga akhir 2011 seluruh pasangan usia subur di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai 72%.
Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) angka tersebut tercapai sebelum akhir tahun ini.
"Pada pertengahan tahun saja sudah 61,4%, dan jumlah terus berkembang mudah-mudahan melebihi dari target yang ditetapkan," kata Kepala BKKBN Dr dr Sugiri Syarief MPA usai pembukaan Rakernas Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) 2011 di Batam, Kepri, Kamis (8/12) malam. Rakernas dan seminar ini berlansung selama empat hari.
Di bagian lain Sugiri mengemukakan pada 2012, BKKBN menargetkan penggunaan alat kontrasepsi di kalangan pasangan usia subur meningkat menjadi 72 persen.
Pemberian alat kontrasepsi ini untuk membendung laju pertumbuhan penduduk. Laju pertumbuhan penduduk di indonesia terus meningkat, pada periode 1990-2000 laju pertumbuhan mencapai 1,47 persen per tahun, dan pada 2000-2010 laju meningkat menjadi 1,49 persen, demikian Sugiri Syarief.
"Angka penggunaaan alat kontrasepsi ini sangat berpengaruh terhadap penurunan jumlah penduduk. Untuk mencapai target itu dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kegiatan komunikasi, edukasi, dan informasi (KIE)..
Saat ini menurut Sugiri, BKKBN juga berupaya mengembangkan program pemberian alat kontrasepsi gratis kepada masyarakat. Saat ini ada tujuh provinsi yang mendapatkan program bantuan alat kontrasepsi gratis, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa tenggara Barat, dan Aceh.
"Kebijakan ini dalam rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat miskin agar mereka tidak kesulitan dalam mendapatkan alat kontrasepsi," katanya.
Namun, kata Sugiri, meski masyarakat sudah dibantu pemerintah, masih ada kendala pemberian bantuan alat transportasi untuk mencapai tempat pelayanan alat kontrasepsi tersebut. (H)