Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Raih Bonus Demografi Perlu 4 Syarat
Raih Bonus Demografi Perlu 4 Syarat
Thursday, December 29, 2011
JAKARTA-- Untuk meraih keuntungan bonus demografi, ada empat prasyarat yang harus dipenuhi.
Pertama, penduduk usia muda yang meledak jumlahnya itu harus mempunyai pekerjaan produktif dan bisa menabung.
Penghitungan Badan Pusat Statistik bahwa seseorang dianggap bekerja bila bekerja satu jam seminggu tanpa putus, tidak menggambarkan produktivitas yang tinggi.
Kedua, tabungan rumah tangga dapat diinvestasikan untuk menciptakan lapangan kerja produktif.
Ketiga, ada investasi untuk meningkatkan modal manusia agar dapat memanfaatkan momentum jendela peluang yang akan datang.
Keempat, menciptakan lingkungan yang memungkinkan perempuan masuk pasar kerja.
Data Sakernas 2010 yang diolah Moertiningsih memperlihatkan, sampai 2015 profil angkatan kerja Indonesia masih didominasi pekerja berpendidikan SD.
Separuh dari 40 juta orang angkatan kerja muda (usia 14-29 tahun) telah masuk dalam pasar kerja dengan pendidikan rendah dan tanpa keterampilan.
Sebuah penelitian memperlihatkan, Indonesia krisis keterampilan.
Separuh pekerja di industri elektronik menjadi operator dan perakit dengan nilai tambah hanya 3,1 persen dari seluruh subsektor industri manufaktur.
Penelitian tahun 2007 terhadap subsektor sama memperlihatkan, 20 persen pekerja diserap dalam pengoperasian mesin khusus dan umum, 15 persen sebagai prosesor, 15 persen sebagai pekerja biasa dan petugas kebersihan.
Yang berketerampilan dalam posisi pengelolaan kantor (manajerial) hanya 0,7 persen dan posisi profesional 0,6 persen (data mengacu pada Klasifikasi Baku Jenis Pekerjaan Indonesia).
Yang harus terus dilakukan adalah meningkatkan kualitas manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia 2011 di bawah angka rata-rata kelompok negara dengan IPM menengah di mana Indonesia berada. Artinya, meski Indonesia sudah berada di jalur tepat, usaha itu masih harus ditingkatkan.
Negara sudah mewajibkan alokasi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN, tetapi besarnya anggaran tidak akan membantu banyak bila tidak disertai kemampuan mengelola dan menggunakan anggaran secara tepat.
Saran untuk perbaikan kualitas manusia, antara lain, pendidikan keterampilan hidup harus terus diberikan kepada pekerja dengan keterampilan rendah yang sudah masuk pasar kerja. Selain itu, agar ketika menjadi lansia, mereka tetap mandiri.
Meneropong Indonesia 2025 adalah gambaran optimistis yang akan terwujud bila dan hanya bila pembangunan manusia berkualitas dilakukan sungguh-sungguh, bukan sekadar alokasi anggaran, apalagi bila anggaran itu pun dikorupsi. (koh)