Page Content
Kepala BKKBN dan Ketua IV TP. PKK Pusat melakukan “Road Show Posyandu PKK-BKKBN” di Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi NTT pada tanggal 22 Nopember 2011. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Tuapakas, Kecamatan Kualin Kabupaten TTS, dhadiri oleh para Pejabat Eselon I dan II BKKBN, TP. PKK Pusat, Gubernur NTT, Bupati TTS, TP. PKK Propinsi NTT, TP. PKK Kabupaten TTS, TP. PKK Kecamatan dan Desa, Pimpinan SKPD, Para Camat, Para Kepala Desa, Pimpinan Puskesmas, PLKB, Bidan, Kader Posyandu, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan seluruh masyarakat desa Tuapakas. Pada kesempatan itu Kepala BKKBN, DR.dr. Sugiri Syarief, MPA menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT dan Bupati TTS beserta jajarannya, juga kepada Ketua TP. PKK Propinsi NTT dan Ketua TP. PKK Kabupaten TTS beserta jajarannya yang telah mmberikan dukungan dalam penyelenggaraan Roadshow Posyandu PKK-BKKBN serta dukungan dalam mensukseskan program KB di NTT. Peran PKK dalam program KB melalui Posyandu sangat besar karena secara langsung membantu memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memperoleh informasi dan pelayanan KB. Keberadaan para kader PKK/kader Posyandu sebagai salah satu ujung tombak didalam sistim penyelenggaraan pelayanan KB sangatlah dibutuhkan. Sugiri Syarief meminta agar Panca Krida Posyandu yaitu KIA, KB, Imunisasi, Peningkatan Gizi dan Penanggulangan Diare perlu mendapat perhatian khusus. Disadari bahwa sampai saat ini masih banyak Posyandu yang belum mampu melaksanakan kegiatan 5 meja Posyandu secara lengkap. Kondisi ini sangat disayangkan karena meja ke-5 dalam Posyandu berperan dalam memberikan pelayanan KB yaitu konsultasi, penyuluhan KB dan pelayanan kontrasepsi. Untuk itu dibutuhkan koordinasi dan sinergitas antara masyarakat, kader Posyandu, PLKB, Petugas Puskesmas dan pemerintah setempat. Pak Giri juga mengingatkan bahwa AKI dan AKB di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan dengan Negara ASEAN lainnya dimana data SDKI 2007 menunjukan AKI Indonesia sebesar 228/100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 34/1000 kelahiran hidup. Di NTT AKI dan AKB ternyata jauh lebih tinggi dari angka nasional yaitu AKI NTT 306/100.000 kelahiran hidup dan AKB 57/1000 kelahiran hidup. Upaya penurunan AKI dan AKB tidak bisa hanya dengan mengandalkan intervensi biasa, tetapi diperlukan upaya-upaya terobosan dan kerjasama lintas sektor yaitu masyarakat, pemerintah, LSOM dan swasta.
Kegiatan Roadshow Posyandu ini diharapkan dapat memotivasi segenap stakeholders dan para kader PKK dalam meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam membangun keluarga yang sejahtera. Roadshow ini juga dimaksudkan sebagai upaya untuk mengaktifkan kembali program KB di dalam kegiatan Posyandu melalui meja ke-5 sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan program KB. Melalui Roadshow Posyandu PKK-BKKBN ini diharapkan dapat memantapkan Revitalisasi Posyandu serta Program Kependudukan dan Keluarga Berencana sehingga dapat mempercepat upaya penurunan AKI dan AKB di NTT. Semoga Posyandu di Propinsi NTT dapat menjadi contoh dan selalu terdepan dalam memberikan pelayanan KB yang berkualitas.
“Ayo Tatuin KB, Anah Nua Lekoneis”(Ayo Ikut KB, 2 Anak Lebe Bae…..) (Erik M.)