SindoRadio Jakarta - Meski pertumbuhan penduduk di indonesia menunjukkan peningkatan, namun program-program kependudukan dan keluarga berencana (KKB) dinilai cukup berhasil. Dalam rapat dengar pendapat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional dengan Komisi IX DPR RI, Kepala BKKBN Sugiri Syarief melaporkan bahwa pelaksanaan program KKB tahun 2010 dan 2011 memperlihatkan peningkatan dari tahun sebelumnya. Diharapkan peningkatan hasil ini dapat memberikan kontribusi yang bermakna dalam menurunkan angka kelahiran total (TFR) mendekati sekitar 2,14 tahun 2014 )akhir RPJM 2010-2014)
“Tahun 2012 program keluarga berencana akan fokus pada orang yang tinggal di daerah tertinggal dan perbatasan," katanya. Dia mencatat bahwa program perencanaan keluarga intensif untuk orang yang hidup di daerah tertinggal merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan layanan yang sama kepada semua warga negara di negara ini.
Program yang menjadi prioritas selanjutnya adalah program kesehatan reproduksi remaja. Dalam mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi remaja, BKKBN melakukan terobosan-terobosan yang sifatnya mendekatkan informasi tentang penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja yang didalamnya termasuk juga informasi tentang TRIAD KRR, pendewasaan usia perkawinan dan life skill program untuk remaja, yang kita kenal dengan Program Generasi Berencana (GenRe).
Lebih lanjut dibahas mengenai road map dan strategi/kebijakan BKKBN untuk mencapai penduduk tumbuh seimbang di tahun 2015 serta laporan keuangan BKKBN tahun 2015. Road map ini, diwujudkan melalui pembangunan berwawasan kependudukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Misi tersebut dilakukan melalui : penyerasian kebijakan pengendalian penduduk, penetapan parameter penduduk, peningkatan penyediaan dan kualitas analisi data dan informasi, pengendalian penduduk dalam pembangunan kependudukan dan KB. Serta bagaimana mendorong stakeholder dan mitra untuk menyelenggarakan pembangunan KB dalam rangka penyaiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, pemenuhan hak-hak reproduksi, ketahanan dan kesejahteraan keluarga peserta KB. (Anp)