Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Program KB di DKI Punya Andil secara Nasional
Program KB di DKI Punya Andil secara Nasional
Thursday, December 15, 2011
JAKARTA :  Kepala BKKBN Sugiri Syarief mengharapkan agar Provinsi DKI Jakarta bisa memberikan andil besar dalam hal pengendalian jumlah penduduk secara nasional.
 
“Saya senang ternyata DKI Jakarta telah memberikan andil nyata,” kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief usai menyematkan penghargaan Satyalancana Wira Karya kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atas jasa-jasanya dalam pembangunan bidang kependudukan dan keluarga berencana (KKB), di Britama Sport Mall, Jakarta Utara, Rabu (14/12).
 
Penganugerahan Satyalancana Wira Karya ini sebenarnya dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga 2011 pada 29 Juni yang lalu di Bandung Barat. Namun karena Gubernur DKI dalam waktu bersamaan tengah mengemban tugas negara ke luar negeri, penyematannya baru dilaksanakan Rabu (14/12).
 
Bersamaan dengan acara yang dihadiri sekitar 5.000 orang ini, juga digelar  Temu Akbar Pengelola Program Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi DKI Jakarta.
 
Dari hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) Tahun 2007, tercatat angka kelahiran total (Total Fertility Rate – TFR) Provinsi DKI Jakarta berada pada level 2,10. Berdasarkan Amanat RPJMD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2007-2012, TFR di Provinsi DKI Jakarta harus dapat diturunkan dari 2,10 menjadi 1,80 tahun 2012.
 
Dalam kesempatan ini Kepala BKKBN mengingatkan kembali bahwa bumi saat ini dihuni oleh lebih dari tujuh miliar jiwa. Menurut Badan Kependudukan PBB, pada 31 Oktober 2011, bumi telah dihuni oleh tujuh miliar manusia.
 
Angka jumlah penduduk bumi mencapai satu miliar terjadi pada 1804. Satu abad setelah itu, sekitar 1930, jumlah manusia berlipat lagi jadi dua miliar. Sejak itu pertambahan jumlah penduduk mencengangkan. Pada 1987, jumlahnya naik jadi lima miliar. Dua belas tahun kemudian, pada 1999, naik lagi jadi enam miliar. Pada Februari 2006, bertambah setengah miliar jadi 6,5 miliar jiwa.
 
Hanya dalam waktu lima tahun penduduk bumi sudah mencapai tujuh miliar.  Menurut Sugiri Syarief,  angka tujuh miliar sepatutnya dimaknai sebagai sebuah sinyal peringatan. “Angka tujuh miliar adalah sinyal, kita harus hati-hati. Karena bagaimanapun bumi ciptaan Tuhan tidak bertambah, tapi penduduknya tambah terus,” tuturnya.
 
Indonesia, kata Sugiri, jelas mempunyai andil dalam ‘menambah penduduk bumi’.  “Kita saat ini merupakan penduduk terbesar ke-4 di dunia. Artinya, negeri kita menjadi penyumbang keempat dalam petambahan penduduk dunia. Saat ini, jumlah penduduk Indonesia sekitar 240 juta jiwa dengan laju pertambahan penduduk Indonesia masih terbilang tinggi, mencapai 1,49 persen per tahun. Artinya, dalam setahun penduduk Indonesia bertambah empat  juta jiwa.
 
“Angka ini jika dibandingkan negara lain ya besar. Pertambahannya saja sama dengan penduduk Singapura. Sampai 2050, kita masih masuk lima terbesar dalam laju pertambahan penduduk dunia, sesudah Nigeria, Pakistan, India, dan Brasil,” paparnya.
 
Dalam kesempatan ini Sugiri membuka rahasia kepada Gubernur DKI Fauzi Bowo. “Mohon maaf, tanpa seijin bapak Gubernur, saya telah mengirimkan  Peraturan Gubernur No 162/2010 kepada para gubernur seluruh Indonesia. Pada suatu saat nanti saya akan minta ijin resmi,” katanya sambil bergurau.
 
Pergub DKI Jakarta No. 162 Tahun 2010  menurut Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) DKI Jakarta menjelaskan tentang pelayanan KB.
 
Pergub ini merupakan payung hukum pertama yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatur tata laksana pengiriman, teknis medis dan prosedur klaim pelayanan kontrasepsi.
 
Pergub ini memberikan akses dan jaminan pelayanan kepada PUS yang berdomisili di Provinsi DKI Jakarta untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi tanpa dipungut biaya di seluruh Puskesmas kelurahan/ kecamatan dan Rumah Sakit Umum Daerah serta sarana pelayanan kesehatan yang ditunjuk seperti RS TNI, RS Polri, RS instansi vertikal dan RS swasta.  (H)