JAKARTA: Anak-anak usia sekolah di DKI Jakarta dihasraspkan jangan sampai ada yang tidak mengenyam bangku sekolah.
“Apakah ibu-ibu dan bapak-bapak serta saudara-saudara semua setuju jangan sampai ada anak yang tidak sekolah di DKI Jakarta iniiii ...?”
Pertanyaan ini dilontarkan oleh Ketua Yayasan Damandiri Prof Haryono Suyono di depan sekitar 5.000 orang yang memadati Britama Sport Mall, di Jakarta Utara, Rabu (14/12).
Mereka menghadiri Temu Akbar Pengelola Program Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi DKI Jakarta.
Mereka menyaksikan Kepala BKKBN Sugiri Syarief atas nama Presiden RI menyematkan Satyalancana Wira Karya kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atas jasa-jasanya dalam pembangunan bidang kependudukan dan keluarga berencana (KKB).
Menurut Gubernur DKI, penghargaan tersebut sebenarnya untuk mereka (para pengelola KB) dan seluruh warga DKI Jakarta.
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dan keberhasilan semua para pengelola program kependudukan dan KB pada semua tingkatan oleh seluruh kader dan institusi serta seluruh lapisan masyarakat yang telah mengikuti ajakan menunda, mengatur dan menghentikan kelahiran dalam rangka pembentukan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Untuk itu Gubermnur DKI mengharapkan dengan anugerah tersebut akan terus memicu dan memacu untuk terus bekerja lebih giat lagi, tidak terlena dengan penghargaan yang baru saja diterima.
Penganugerahan Satyalancana Wira Karya ini sebenarnya dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga 2011 pada 29 Juni yang lalu di Bandung Barat. Namun karena Gubernur DKI dalam waktu bersamaan tengah mengemban tugas negara ke luar negeri, penyematannya baru dilaksanakan pertengahan Desember ini.
Dalam kesempatan ini Prof Haryono Suyono juga mengharapkan agar anak-anak yang sekarang dalam kategori usia sekolah nantinya bisa memimpin banyak negara di dunia ini.
“Apakah ibu-ibu, bapak-bapak dan saudara-saudara semua setuju kalau anak-anak kita sekarang ini anntinya bisa menjadi presiden di negara-negara Eropa, Afrika dan Amerika,” kembali mantan menko Kesra dan Taskin ini melonatrkan pertanyaan. Dan tentu saja lontaran itu langsung disambut dengan “Setujuuuuuuuu ....”!
“Ya, jangan sampai nanti ketika pak Gubernur melongok ke kampung-kampung menemukan anak-anak tidak sekolah. Saya mengharapkan ibu-ibu bersdia memberikan bantuan kepada anak-anak ini sehingga mereka bisa bersekolah. Apakah ibu-ibu, bapak-bapak dan saudara-saudara bersedia memberikan bantuan?”
“Bersediaaaaaaa .....!” sahut hadirin.
Tadinya mereka agak ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun begitu diberikan contoh bahwa Presiden Amerika Serikat yang sekaranjg ini, Obama; pernah belajarr di Jakarta, maka kian menyemangatkan hadirin memberikan aplus kepada Prof Haryono yang memang suaranya masih segempita seperti saat menjadi Meneg Kependudukan/Kepala BKKBN berpidatp di depan masyarakat luas.
Selain masalah pendidikan, Prof Haryono juga mengajak warga DKI Jakarta untuk memberikan dukungan penuh bagi para lanjut usia.
“Jangan sampai di sekeliling saudara-saudara semua ada warga lansia yang setiap hari kemul (berselimut) sarung sambil merokok dan melamun. Saudara-saudara harus memberdayakan mereka,” ujarnya yang disambut tepuk tangan meriah.
“Jadi harus seperti saya, meskipun sudah lansia, umur saya masih 37 tahun,” tuturnya yang kembali disambut tawa lepas hadiri karena tahun yang baru berpidato tersebut hanya bergurau.
Prof Haryono sebenarnya telah berusia 73 tahun. Namun Ketua Yayasan Damandiri ini selalu membalik angka usianya. Tahun lalu Prof Haryono ‘masih berusia 27 tahun’ alias 72 tahun.
Tentu saja Prof Haryono juga mengajak para akseptor, utamanya ibu-ibu untuk memberdayakan diri ‘dagang kecil-kecilan’ bagi yang kurang mampu. “Ibu-ibu akseptor dan calon akseptor jangan lupa bergabung dengan koperasi,” tambahnya.
Kerhadiran Prof Haryono yang disebut oleh Gubernur DKI sebagai sesepuh pengelola program KB nasional ini, untuk menyerahkan hadiah dari door prize. Yayasan Damandiri memberikan bantuan puluhan juta rupiah untuk kepentingan door prize bagi para penglola program KB tersebut. (H)