Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Persepsi KB Jadi Urusan Wanita Hambat Kepesertaan Pria
Persepsi KB Jadi Urusan Wanita Hambat Kepesertaan Pria
Friday, January 13, 2012
JAKARTA--MICOM: Pengembangan kepesertaan pria dalam program keluarga berencana (KB) 
terhambat faktor persepsi bahwa program tersebut menjadi urusan wanita atau istri.

Bahkan, kegiatan penyuluhan atau komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) di lini terdepan kebanyakan dilakukan terhadap wanita. Sebaliknya, kegiatan KIE yang dilakukan terhadap pria atau suami adalah hal yang langka ditemui dalam kegiatan KIE program KB.

Menurut siaran tertulis Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) yang diterima mediaindonesia.com, Kamis (12/1), dampak persepsi tersebut mengakibatkan peningkatan kesertaaan KB pria dari tahun ke tahun tidak berkembang sesuai harapan.

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 menunjukkan kesertaan KB laki-laki hanya sebanyak 1,5%. dari jumlah itu, sekitar 0,2% di antaranya ber-KB melalui vasektomi, sedangkan 1,3% memakai kondom. Hal itujuga dipengaruhi oleh pilihan alat kontrasepsi bagi pria yang saat ini terbatas pada kondom dan vasektomi.

Hal itu, menurut BKKBN, tidak mengherankan sebab selama kurun waktu hampir 40 tahun program KB yang ditawarkan kepada pasangan suami istri pilihan alat kontrasepsinya sebagian besar diperuntukan bagi wanita. Pada waktu itu program KB dikelola seolah-olah hanya sebagai urusan alat dan obat kontrasepsi. Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS), yang semula bernama Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), bahkan hanya merupakan tambahan terhadap program KB (beyond family planning).

Dalam rangka meningkatkan frekuensi penyuluhan atau KIE kepada pria dan meningkatkan peranserta mereka dalam program KB, beberapa daerah mengembangkan kreativitas. Sebagai contoh, Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Anak (BKBPIA) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, membentuk paguyuban vasektomi.

Di Kecamatan Kiarapedes, paguyuban vasektomi dibentuk melalui Surat Keputusan Camat Kiarapedes Nomor 400/SK-150/Kesra sejak 31 Mei 2007 dengan tujuan meningkatkan frekuensi KIE dan jumlah peserta KB vasektomi. Setelah paguyuban vasektomi terbentuk, peserta KB pria di Kabupaten Purwakarta pada 2011 telah mencapai 108 orang.

Selain paguyuban vasektomi, penggarapan KB di kabupaten itu dilakukan melalui gempungan di buruan urang lembur (GEMPUR) atau musyawarah anggota masyarakat pedesaan di depan rumah. Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan pelaksanaan program KB, khususnya pria

Kegiatan itu dipandu oleh Bupati Purwakarta dan melibatkan berbagai sektor. Antara lain Dinas Peternakan yang memberikan bantuan kambing atau sapi kepada kelompok KB laki-laki sebagai modal beternak sementara PLN memberikan bantuan pemasangan listrik gratis bagi rumah tangga yang peserta KB laki-laki. (RO/OL-01) ​