Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Perlu Terobosan Pengetahuan soal HIV AIDS
Perlu Terobosan Pengetahuan soal HIV AIDS
Thursday, December 1, 2011
JAKARTA -- Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes M Subuh, mengemukakan masih perlu peningkatan dan terobosan dalam meningkatkan pengetahuan komprehensif tentang HIV/AIDS, dan penggunaan kondom, serta program pengurangan dampak buruk napza.
 
Hal itu dikemukakan npada peluncuran hasil Surveilans Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) 2011 yang diluncurkan bersamaan dengan Buku-buku Pedoman serta Modul Pengendalian HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS), di Jakarta, Kamis.
 
Pengetahuan masyarakat tentang HIV/AIDS dan kesadaran menggunakan kondom pada hubungan seks berisiko tinggi cenderung menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini berkontribusi besar terhadap tingginya epidemi HIV/AIDS di berbagai wilayah Indonesia.
 
Survei itu dilakukan di 11 provinsi, yaitu Sumatra Utara, Kepri, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, Maluku, dan Papua. Pengumpulan data dilakukan dalam rentang Januari-Maret 2011.
 
Responden yang disurvei terdiri atas 7.034 wanita penjaja seks, 4.899 pria berisiko tinggi tertular HIV, 1.089 waria, 1.250 lelaki suka seks dengan lelaki, 200 narapidana lapas, dan 7.022 pelajar SLTA.
 
Dari survei tergambar pengetahuan penasun pada 2007 sudah mencapai 60%, tetapi dari survei 2011 di lokasi yang sama turun menjadi 43%, waria 36% (2007) dan 36% (2011), remaja 22% (2007) dan 19% (2011), serta homoseksual 37% (2007) dan 26% (2011).
 
Selain itu, survei juga mengungkapkan 7% responden remaja pernah berhubungan seks, 4% pernah menggunakan napza, dengan 0,4% di antaranya mengonsumsi napza dengan cara disuntik.
Penurunan keasadaran penggunaan kondom juga terungkap dari survei perilaku.
 
Pada survey 2011 tercatat, koresponden perempuan yang menggunakan kondom hanya mencapai 34%, lebih rendah persentasenya dibanding 2007 yang mencapai 37%, dan pria 14% pada 2011 dan 15% pada 2007. (h)