Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Perempuan tentukan kemajuan Bangsa
Perempuan tentukan kemajuan Bangsa
Sunday, December 25, 2011
JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan perempuan memegang peran yang sangat penting di berbagai sektor kehidupan yang menentukan kemajuan bangsa.
Presiden saat menyampaikan sambutan dalam peringatan puncak Hari Ibu ke-83 tingkat nasional di Balai Kartini, Jakarta, Kamis mengatakan oleh karena itu sangat penting bila kaum perempuan memiliki akses yang luas untuk peningkatan kemampuan diri.
"Dalam era pembangunan, perjuangan kaum perempuan mencakup perbaikan kehidupan masyarakat. Dengan memahami proses dan arah pergerakan kaum perempuan, maka perjuangan kaum perempuan tetap relevan hingga saat ini, memperbaiki kondisi kehidupan kaum perempuan bahkan kehidupan bangsa," kata Presiden.
Kepala Negara mencontohkan peran perempuan dalam mendorong gerakan tanam dan pelihara pohon dan pendidikan.
Atas peran tersebut, selanjutnya, Presiden meminta kaum perempuan agar mendorong perannya di sejumlah bidang yang menurut Kepala Negara memerlukan perhatian yang serius akhir-akhir ini.
"Dua hal ini penting karena saya punya keyakinan kaum perempuan Indonesia sering dan bisa menjadi pelopor dan menyukseskan berbagai program pembangunan," kata Presiden.
Hal yang pertama, menurut Presiden, adalah terkait mendorong kembali kesadaran atas kebersihan yang kini mulai ditinggalkan dan diabaikan.
"Tentang gerakan hidup bersih. Saya sering gusar dengan kondisi kebersihan di masyarakat kita, misal kemarin saat Safari Ramadhan, masih banyak tempat kotor. Kalau lingkungan kita kotor, hampir pasti sumber penyakit," katanya.
Kepala Negara menambahkan,"keindahan juga akan terganggu, dan satu hal lainnya, kalau lingkungan kita kotor, hati dan pikiran kita bisa ikut kotor. Mari membuat negeri kita menjadi bersih."
Garap ekonomi
Hal lain yang dimintakan Presiden kepada kaum perempuan Indonesia terkait peningkatan peran perempuan dan juga akses yang lebih luas terhadap perempuan di bidang ekonomi.
"Dalam konteks ini, mari kita kembangkan usaha kecil dan menengah, kalau yang terjadi di negeri ini investasi menengah dan besar kemudian kita tidak dorong usaha mikro dan kecil maka bisa memperlebar kesenjangan sosial ekonomi masyarakat," kata Presiden.
Presiden menambahkan,"agar kemajuan ekonomi bisa dirasakan semua, mari kita gerakkan semua komponen di negeri ini. Konkretnya kaum perempuan dapat ambil peran dengan nyata menggiatkan koperasi UKM komunitas perempuan karena kaum perempuan itu bersih, teliti, tekun, giat".
Selain itu perempuan juga diminta berperan dalam pengembangan PNPM Mandiri dan juga mendukung peningkatan kehidupan perempuan di bidang ekonomi.
Peringatan hari Ibu ke-83 juga dihadiri oleh Ibu Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono, para mantan menteri pemberdayaan perempuan seperti Sulasikin Murpratomo, Sri Redjeki dan Meutia Hatta.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan Anugerah Parahita yaitu pemberian penghargaan bagi instansi atau badan atau pemerintah daerah yang mendukung pengarusutamaan gender.  (ah)