BKKBN - Jakarta - Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) atau Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) saat ini masih menjadi ujung tombak pelaksanaan program KB yang menjangkau keluarga-keluarga di desa. Namun misi yang dibawa sekarang sudah bergeser atau berbeda dengan tugasnya di era 1970-an.
Menurut mantan Kepala BKKBN/mantan Menko Kesra Prof Dr Haryono Suyono, di awal-awal program KB dimulai petugas KB bertugas membawa alat kontrasepsi ke pos-pos KB, tetapi sekarang sekaligus membawa misi MGDs (pencapaian pembangunan milenium) melalui pemberdayaan keluarga.
Saat ini, PKB dari sejumlah daerah sudah bergabung dengan Yayasan Damandiri untuk mengerjakan MDGs. "Kita harapkan PLKB atau PKB sebagai agen perubahan dalam pemberdayaan keluargan," kata Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Dr Sudibyo Alimoeso, di sela-sela Rakor Damandiri di Jakarta, Jumat (27/1).
Para PKB juga dapat menjadi pendamping yang handal dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. "Jadi prinsipnya sama dengan konsep Posdaya, memandirikan keluarga-keluarga," kaya Sudibyo.
Dia berharap, para anggota UPPKS (usha peningkatan usaha kecil sejahtera) mampu mengakses pundi-pundi Damandiri yang ditawarkan kepada keluarga anggota Posdaya. "'Kreditnya mulai Rp2 juta hingga di atas Rp10 juta," ujarnya.(kkb2)