BKKBN - Penasehat Komisi Penanggulangan Korupsi (KPK) Said Zainal Abidin menilai Kepala BKKBN Sugiri Syarief telah mengambil sikap berani melakukan penandatanganan Pakta Integritas.
“Pak Sugiri Syarief adalah Dubes KPK, karena beliau adalah mantan Sekjen KPK. Pakta Integritas adalah bentuk komitmen BKKBN dalam upaya mengimplementasikan zona bebas korupsi di lingkungan BKKBN,” kata Syaid usai menyaksikan deklarasi melawan korupsi dalam acara penutupan Rakernas BKKBN di Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Pakta Integritas ditandatangani oleh seluruh jajaran pejabat eselon 1 dan eselon 2 BKKBN sekaligus melakukan deklarasi yang disaksikan oleh KPK, Asdep Menpan, unsur masyrakat yang diwakili PP Muhammadiyah. Tujuan pakta integritas itu adalah berperan aktif dalam pemberantasan korupsi.
Isi pakta integritas itu antara lain, tidak meminta dan tidak menerima hadiah, bersikap jujur, akuntable, menyampaikan infomasi jika ada dugaan penyelewengan. “Selama ini terkesan hanya ada pemberantasan saja, padahal selain itu ada pencegahan, salah satunya melalui penandatanganan pakta integritas ini,” kata Said.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief mengatakan, pakta integritas menuntut seluruh jajaran BKKBN harus siap berperilaku jujur dan tidak korupsi. Selain itu BKKBN akan mengintegrasikan dengan program BKKBN seperti Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, untuk membuat materi pendidikan tidak korupsi sejak dini.
“Melalui mobil penerangan KB dapat memutar film pendek tentang pemberantasan korupsi, lebih lanjut dalam upaya pemberantasan korupsi. Saya minta agar seluruh jajaran BKKBN mempunyai komitmen yang sama dalam pemberansan korupsi, semua tidak terkecuali, sampai pegawai paling bawah,” kata Sugiri.
Sebelumnya, Menko Kesra Agung Laksono mengatakan, pihaknya mendukung program KB menjadi materi kurikulum pendidikan sejak sekolah dasar. Selain itu Menko Kesra mendukung proses pengadaan barang di BKKBN melalui "LPSE" (Lembaga Pengadaan System Elektronik di web bkkbn. (kkb2)