Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Pak Soewardjono, Saya Salut pada PLKB
Pak Soewardjono, Saya Salut pada PLKB
Saturday, December 10, 2011
JAKARTA:  ”Saya salut kepada PLKB, karena merekalah maka program KB ini sukses,” demikian dikemukakan oleh Dr dr Soewardjono Suryaningrat SpOG di kediamannya kawasan Depok, Jawa Barat, belum lama ini.
 
”Saya juga berterima kasih kepada PKK, waktu itu pimpinan ibu Soepardjo Rustam, isteri Gubernur Jawa Tengah,” tambah mantan Menteri Kesehatan ini mengenang masa lalu sebagai Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
 
Kebetulan dr Soewardjono menjabat Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang pertama pada akhir 1970-an hingga awal 1980-an dan Menteri Kesehatan.
 
Sayangnya PLKB yang disanjung-sanjung oleh dr Soewardjono kini justru menjadi ’ciri khas’ perubahan drastis program KB dan kependudukan. Akibat desentralsiasi jumlah petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) berkurang. Merekalah yang sebenarnya menjadi ujung tombak program.
 
Mereka telah dimanfaatkan oleh pemerintah kabupaten/kota di tempat mereka bertugas untuk mengemban tugas sesuai dengan kebutuhan pemkab/pemkot setempat.
"Berbicara tentang population harus hati-hati. Kita harus pandai memberikan contoh yang nyata, yaitu kesempatan kerja dan kesempatan untuk mengembangkan diri menyekolahkan anak agar lebih pandai katimbang orangtuanya," kata dr Soewardjono.
 
Menurut putra Bupati Kulonprogo di masa sebelum kemerdkaan ini, memang memerlukan istilah-istilah yang bijaksana.
 
”Soalnya ada yang tidak mau mengerti, embuh (entahlah). Ada yang mau mengerti tetapi harus tetap dimotivasi. Waktu itu diambil keputusan siapa yang bicaranya bisa didengar oleh warga masyarakat. Ya PLKB," tambahnya.
 
Mereka yang tahu persis keadaaan warga masyarakat dalam kesehariannya. Misalnya untuk nelayan, BKKBN juga harus menyediakan PLKB yang tahu soal kehidupan kaum nelayan. Demikian juga halnya dengan para petani, sehingga waktu mendekati masyarakat tidak ada kesenjangan berkomunikasi.
 
”Jangan bilang target nasional kepada masyarakat, mereka pada bertanya-tanya bicara apaan? Jadi harus pas,” katanya sambil mengenang ibu Suyatni yang disebut sebagai 'komandan PLKB'.
 
"Jajaran keluarga besar BKKBN dan program kependudukan dan KB juga harus berterima kasih pada bu Suyatni," tambahnya. (H)