BKKBN Online - Jakarta -
Mengajak pria untuk ikut ber-KB memang tidak mudah, apalagi pilihannya hanya dua jenis kontrasepsi yaitu vasektomi atau metoda operasi pria (MOP) dan menggunakan kondom. Namun, hal itu menjadi tantangan yang dapat diatasi oleh kader PKK Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Keberhasilan mengajak pria ber-KB ini menjadi unggulan Kelurahan Kramat mewakili Provinsi DKI Jakarta untuk mengikuti Lomba Nasional KB Kesehatan tahun 2012. “Keunggulannya kami mempunyai wadah paguyuban KB pria. Anggota paguyuban bisa mendorong para pria ikut MOP,” kata Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Kramat Ny Uun Wulansari, di sela-sela persiapan Lomba KB Kesehatan tingkat nasional di Jakarta.
Selama tahun 2011, terdapat 32 peserta MOP. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan yakni hanya 10 orang saja. “Tetapi sosialisasi yang dilakukan kader paguyuban KB pria mendorong pria lainnya mau ikut MOP. Yang ikut MOP tetap harus memenuhi persyaratan,” paparnya.
Kelurahan Kramat mempunyai penduduk 23.036 jiwa. Oleh karenanya, pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui KB menjadi perhatian khusus. Peserta KB baru di wilayah padat penduduk ini sudah mencapai 106 persen atau bertambah menjadi 25 orang. “Pencapaian satu tahun di 2011 sebanyak 830 akseptor,” kata Uun.
Keberhasilan ini berkat kader yang terus menerus melakukan sosialisasi pentingnya KB. Kader Petugas Penyuluh KB tiap RT/RW sangat membantu upaya pencapaian keberhasilan KB MOP. “Tetapi secara kuantitas alat kontrasepsi suntik terbanyak yaitu ada 423 akseptor. Selebihnya IUD, pil, implant, kondom dan Metode Operasi Wanita (MOW),” kata Uun.(kkb2)