JAKARTA -- Bagi Ny Hanum AY Nasution, isteri Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal TNI AY Nasution, masalah keluarga berencana (KB) dan kependudukan bukan barang baru.
"Saya sudah 30 tahun aktif mengkampanyekan program KB," tuturnya.
Ditemui wartawan bkkbn.go.id di Kompleks Rumah Dinas Pati TNI AD kawasan Jl Gatot Subroto, Jakarta; ibu dua anak (semuanya sudah berkeluarga) yang selalu mengenakan jilbab ini menjelaskan panjang lebar mengenai program kependudukan dan KB.
"Calon isteri juga harus menandatangani bersedia mengikuti setiap kegiatan sebagai isteri prajurit, termasuk ikut KB. Lha saya sendiri anak cuma dua, semua perempuan. Ini kan dulu merupakan perintah bahwa isteri tentara harus ikut KB. Prajurit tidak sembarang bila mau menikah.
Bagi kami, bisa disebut pioner."
"Saya dulu ikut safari sampai ke desa-desa. Para prajurit bawa alat musik untuk menghibur masyarakat. Waktu itu bapaknya anak-anak berpangkat kapten dan menjabat Kasdim (Kepala Staf Komando Distrik Militer) di Sumbawa, dan Bali. Menyuksekan KB waktu saya merupakan perintah. Jadi tentara ini juga boleh dikatakan ujung tombak pelaksanaan program KB juga," tambah eyang putri yang berusia 53 tahun ini.
Ny Hanum pun bila memberikan pengarahan pada suatu acara pasti selalu mengingatkan KB. Kalau di lapangan kebetulan bertemu dengan isteri tentara yang sedang hamil selalu bertanya hamil anak keberapa.
"Cukup dua saja, ya. Itu pesan saya. Kalau di lingkungan tentara itu kewajiban saya untuk pembinaan. Anak saya memang dua, jadi bisa untuk contoh nyata saat bicara soal KB."
Kenapa dua? ”Kalau suami pergi perang, kapan kembalinya tidak jelas. Atau bahkan mungkin tidak pernah pulang lagi. Dengan hanya dua anak, sudah siap bila suami tidak pulang (gugur di medan tugas), sudah siap untuk menghidupi. Lho, rumah dinas kita kecil-kecil, dengan dua anak gaji juga pasti cukup." (H)