Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Nikah Pertama Perempuan 15 Tahun
Nikah Pertama Perempuan 15 Tahun
Wednesday, December 21, 2011
JAKARTA :  Perempuan miskin memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Statistik menujukkan masih ada sekitar 11 persen perempuan usia diatas 18 tahun yang tidak melek huruf; serta sekira 5 dan 13 persen perempuan usia 10 tahun yang tidak atau belum pernah bersekolah, masing-masing di perkotaan dan di perdesaan.
Hal itu dikemukakan MenteriMenteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP-PA) Linda Amalia Sari Gumelar, di Jakarta, Senin.
Linda memberikan arahan pada Pembukaan Konferensi danb Lokakarya Nasional Menuju Pembangunan yang Lebih Inklusif dan Berkeadilan Gender: Indonesia dan Perspektif Global. Kegiatan dua hari ini ini digelar atas kerja sama Kementerian PP-PA dan Bank Dunia.
Kondisi ini, tutur Linda; diperburuk saat anak perempuan terpaksa harus kawin muda.
Data yang diperoleh dari Susenas tahun 2010 menunjukkan bahwa persentase perempuan di perdesaan yang umur perkawinan pertamanya kurang dari 15 tahun masih cukup tinggi dibandingkan di perkotaan, masing-masing sebanyak 15 dan 9 persen.
Sedangkan persentase perempuan yang menikah pada usia 16 tahun sesuai UU Perkawinan ada sebanyak 7 dan 12 persen, masing-masing di perkotaan dan perdesaan.
Dari laporan yang telah disusun oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa setiap negara mempunyai masalah utama yang berbeda terkait penanganan kemiskinan mulai dari akar masalahnya.
Sebagai isu global, tidak ada satu negarapun yang tidak menghadapi permasalah kemiskinan. Hal yang membedakan hanya dari persentase penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan serta kedalaman dari masalah kemiskinan itu sendiri.  (H)