Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Mochtar Riyadi, Indonesia dengan 240 Juta Penduduk Hanya Memiliki 2 RS Kanker
Mochtar Riyadi, Indonesia dengan 240 Juta Penduduk Hanya Memiliki 2 RS Kanker
Monday, February 6, 2012
​BKKBN Online - Jakarta,
Ketua Angel Voice Indonesia Hanny Moniaga mengatakan, lebih dari 12,7 juta orang didiagnosis menderita kanker setiap tahunnya, dan 7,6 juta orang meninggal karena penyakit mematikan tersebut. Di Indonesia, dengan populasi 240 juta jiwa, setiap tahun sekitar 292.000 pasien baru terdiagnosis kanker, dan 215.000 pasien meninggal akibat kanker. “Beberapa jenis kanker di Indonesia antara lain kanker payudara, serviks, hati, paru, kulit, nasofaring, usus besar, leukimia dan limfoma. 90 persen disebabkan karena faktor lingkungan dan gaya hidup,” kata Hanny di sela-sela peringatan Hari Kanker Sedunia  dengan tema “To Love and To Care" yang digelar di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan, Sabtu (4/2/2012)
 
Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan bugar. Begitu juga saran dan tips dari ahli nutrisi dr Samuel Oetoro, SpGK dengan 5S, yakni makan sehat dengan mengatur asupan makanan, berfikir sehat dengan menghindari stres dan berpikir positif, istirahat sehat dengan tidur yang cukup yaitu delapan jam untuk orang dewasa, aktivitas sehat dengan berolahraga minimal 30 menit sehari, dan memilih lingkungan sehat yang terbebas dari paparan asap rokok dan alkohol.
   
Di sisi lain, rumah sakit khusus kanker di Indonesia baru ada dua RS Kanker Dharmais dan RS MRCCC Siloam. Oleh karenanya, Mochtar Riyadi, pendiri Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam, mengatakan dia ingin membangun rumah sakit khusus melayani penyakit kanker sebanyak mungkin di Indonesia.
   
“Di Australia yang penduduknya cuma 20 juta memiliki  lebih dari 20 rumah sakit khusus kanker. Sedangkan di Indonesia dengan 240 juta penduduk baru punya 2 rumah sakit khusus kanker, yaitu RS Kanker Dharmais dan MRCCC Siloam ini,” kata Mochtar Riyadi.
   
Keinginannya itu juga didorong oleh kenyataan bahwa sekitar 600 ribu orang berobat ke luar negeri dan menghabiskan dana sekitar Rp20 triliun. Ratusan ribu orang Indonesia yang berobat ke luar negeri itu sebagian menganggap rumah sakit di Indonesia kurang bermutu. Dorongan lainnya, Mochtar Riyadi mempunyai pengalaman pribadi karena ayahnya meninggal di usia 60 tahun karena kanker usus besar. "Saya berharap pemerintah mendukung agar rumah sakit nasional berkualitas internasional," ujarnya.
   
Kanker dapat menyerang kaum lelaki dan perempuan. Kaum lelaki harus mewaspadai kanker paru-paru, kanker lambung, kanker hati, kanker kolorektal (usus besar), dan esofagus (tenggorokan). Sedangkan pada perempuan, kanker payudara masih mendominasi selain kanker paru-paru, lambung, kolorekta, dan serviks (leher rahim).(kkb2)