MAKASSAR--MICOM: Angka kematian ibu
melahirkan di Indonesia masih tinggi yakni 228 per 100 ribu kelahiran atau masih
jauh dari target Millenium Development Goals 103 per 100 ribu kelahiran.
"Tingginya angka kematian ibu melahirkan ini, harus dapat ditekan
sehingga target MGD's 2015 dapat dicapai," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Hj Linda Amalia Agum Gumelar di Makassar, Sulawesi
Selatan, Senin (6/2).
Dia mengatakan, ke depan angka kematian ibu
melahirkan minimal tidak tertinggal jauh dari angka target MGD's, sehingga pada
2015, kasus kematian ibu melahirkan sudah semakin berkurang.
Berkaitan
dengan hal tersebut, lanjut dia, angka kematian bayi pada saat lahir juga harus
dapat ditekan, karena saat ini angka itu masih cukup tinggi yakni 30 per 1.000
orang kelahiran.
"Karena itu kami terus melakukan terobosan
alternatif, agar pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak mengalami gradasi
yang positif," katanya.
Adapun strategi utamanya adalah mewujudkan
kebijakan dan program pembangunan yang responsif gender, menjamin hak perempuan
dan anak, serta memperkuat kelembagaan dan jejaring kerja yang akuntabel.
Dia mengatakan, para pihak harus memberikan respon yang positif terhadap
upaya pemberdayaan perempuan dari zaman prakemerdekaan hingga saat ini.
Untuk membangun pola pemberdayaan perempuan, lanjut dia, hendaknya
memperhatikan empat aspek yaitu aspek dinamika-politik yang berkembang dan
masalah riil perempuan yang berkembang saat ini.
"Dua aspek lainnya
adalah memperhatikan peluang dan tantangan pemberdayaan perempuan dan perwujudan
kesetaraan gender, serta memperhatikan internal kapasitas perempuan," katanya.
Menurut dia, faktor internal kapasitas perempuan itu penting sebagai modal
sosial dan sebagai mitra sejajar dengan kaum laki-laki. (Ant/OL-2)