Kesuksesan program KB ditentukan media
Pekanbaru (ANTARA News) - Deputi Advokasi, Penggerakan, dan Informasi pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hardiyanto menyatakan kesuksesan program KB ditentukan oleh penyedia informasi atau media.
"Media sebagai penyedia informasi bagi rakyat tentunya memiliki `power` yang kuat untuk mengajak masyarakat mengerti hingga akhirnya turut serta dalam menyukseskan program KB," kata Hardiyanto dalam jumpa pers di Pekanbaru, Selasa.
Deputi ini sengaja datang ke "Kota Bertuah" untuk menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKKBN Provinsi Riau pada hari Rabu (22/2). Acara ini akan dihadiri seluruh sekretaris daerah dan kepala Dinas Kesehatan serta kepala Badan Keluarga Berencana kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Hardiyanto menjelaskan bahwa pihaknya sejauh ini sangat mengapresiasi peranan media, terutama terhadap kalangan pewarta yang bertugas di seluruh tanah air.
"Tanpa bantuan media dan teman-teman wartawan, segala program yang dijalankan BKKBN tidak akan optimal," ujarnya.
Untuk itu, dia mengharapkan media juga menyampaikan informasi pentingnya KB ke seluruh masyarakat di Tanah Air. Bahkan, pihaknya senantiasa menerima jika dikritik untuk membangun program yang lebih baik lagi ke depannya.
Menurut dia, BKKBN tidak hanya berperan sebagai motivator penggerak masyarakat untuk bersama mencintai `keluarga kecil bahagia`, namun juga berperan untuk mengurangi jumlah atau angka penduduk di Tanah Air yang setiap tahunnya terus meningkat signifikan.
Kewenangan atau kewajiban BKKBN ini juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009. Bahkan, menurut dia, pada pasal tertentu, BKKBN dalam menyukseskan program KB-nya juga dituntut untuk mendirikan Badan Keluarga Berencana di tiap kabupaten/kota.
Hal itu, lanjut dia, demi mencapai empat aspek utama yang menjadi visi dan misi BKKBN, yakni kualitas, kuantitas, daya penyebaran optimal, dan mobilitas yang lancar.
"Memang, kalau dilihat dari empat aspek ini, Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan dengan berbagai negara maju di belahan dunia. Bahkan, pencapaian target kita masih berada di peringkat seratusan dari seluruh negara yang ada," katanya.