BkkbnOnline JAKARTA: Kenapa (dulu) Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengubah 'bendera' dua anak cukup menjadi keluarga berkualitas sewaktu dipimpin oleh Khofifah Indar Parawansa?
Mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan/Kepala BKKBN Khofifah mengemukakan alasannya.
"Waktu itu BKKBN juga harus merespon arus reformasi yang ke mana-mana berbicara soal HAM (hak asasi manusia)," kata sarjana lulusan Universitas Airlangga dan STID Surabaya ketika dihubungi di kantor Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjelang keberangkatannya ke Meksiko belum lama ini.
"Karena mengatur dan mengendalikan jumlah anak dikategorikan sebagai melanggar HAM. Bilang dua anak cukup melanggar HAM,” tambah Ketua Umum PP Muslimat NU tiga periode ini.
Khofifah yang telah berkiprah di DPR RI selama belasan tahun ini mengemukakan, "Akhirnya, kita bersama-sama melakukan retreat waktu itu, sehingga muncullah istilah keluarga berkualitas. Kalau Bung Karno dikenal dengan semboyan Onward, No Retreat, saya terpaksa retreat. Gak apa-apa."
Sekarang pun bukan dua anak cukup, melainkan dua anak lebih baik. "Jadi artinya bahwa membatasi anak melanggar HAM itu rasanya masih terngiang-ngiang. Masih ada di bayang-bayang mindsetnya para pengambil keputusan," tambah Khofifah yang lulusan S2 FISIP Universitas Indonesia ini.
Kenapa keluarga berkualitas? ”Ya, waktu itu keluarga berkualitas dengan melakukan pendewasaan usia kawin, mengatur kelahiran direvitalisasi. Karena hanya dengan cara itu jumlah anak hanya dua sampai tiga orang saja."
"Usia perkawinan rata-rata 27-29 tahun, kan anaknya rata-rata dua kalau tidak mau berisiko tinggi karena kehamilan,” tambah mantan pimpinan Fraksi Partai Persatuan di DPR ini.
Kemudian ketika BKKBN tidak didukung logistiknya oleh APBN, memang setengah mati.
”Kami harus dor to dor mengetuk pintu para dubes dari Uni Eropa. Akhirya mendapatkan dukungan hibah sehingga bisa ‘menutup’ kebutuhan alkon. Ini saya lakukan. Pokoknya program KB harus jalan terus. Saya memang bonek, bondo nekat, tukang jalan, tukang jebol-jebol,” tuturnya sambil tertawa. (H)