JAKARTA-- Kota/Kabupaten Layak (KLA) Indonesia telah memperluas jaringannya ke dunia internasional.
Tujuan utama memperoleh lesson learned dari pengalaman-pengalaman terbaik negara-negara lain sehingga program dan kegiatan yang dikembangkan akan menjadi lebih inovatif, demikain siaran pers Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA), Rabu, di Jakarta.
Saat ini KLA Indonesia telah menjadi bagian dari jaringan KLA internasional Asia Pasifik Layak Anak yang terdiri dari negara-negara Asia Pasifik seperti Australia, Jepang, Hong Kong, Brazil, Nepal, Bangladesh, dan Malaysia.
Selain itu, KLA Indonesia juga aktif menciptakan jaringan bilateral dengan negara-negara seperti Spanyol, Viet Nam, Jepang dan Korea.
KPP-PA pun telah menyelenggarakan '2nd International Conference on Child Friendly Asia Pasific 2011 Engaging Children di Surakarta. Konferensi ini bertujuan untuk memperoleh pembelajaran dari pengalaman terbaik pengembangan KLA di Negara lain.
Menteri PP-PA Linda Amalia Sari menjelaskan telah mendesain dan mensosialisasikan sebuah sistem dan strategi pemenuhan hak-hak anak yang holistik, terintegrasi dan berkelanjutan dengan mengembangkan kebijakan KLA.
Kebijakan KLA bertujuan untuk mensinergikan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sehingga pemenuhan hak-hak anak Indonesia pun dapat lebih terjamin.
Kebijakan ini merupakan implementasi dari tindak lanjut komitmen dunia melalui “World Fit for Children”, dimana Pemerintah Indonesia juga turut mengadopsinya, semenjak lima tahun yang lalu. (H)