Navigate Up
Sign In
BKKBN > Berita > Jangan Campakkan Setelah Manisnya Habis
Jangan Campakkan Setelah Manisnya Habis
Friday, February 3, 2012
Meningkatnya jumlah populasi kaum lanjut usia (lansia) dunia yang terjadi dalam beberapa tahun belakangan ternyata dianggap sebagai suatu masalah penting yang harus cepat ditangani.

Peningkatan populasi kaum tua ini ternyata berpotensi menjadi salah satu penghalang terjadinya perkembangan perekonomian di suatu negara.Dengan banyaknya jumlah mereka, jumlah tenaga kerja produktif dipastikan akan mengalami kemerosotan. Di negara-negara industri yang menjadi organisasi untuk kerja sama dan pengembangan ekonomi (OECD),penduduk lansia menjadi kekhawatiran terbesar,tiga perempat orang yang berusia 24-49 tahun memiliki pekerjaan, tapi kurang dari 60% orang berusia 50- 60 tahun yang bekerja.

(United Nations Population Division,“Annual Population Both Sexes,“World Population Prospect, Revisi Tahun 2010,New York). Sementara itu, empat dari lima orang dewasa usia pensiun atau lebih tua tidak memiliki pendapatan dari program pensiun ataupun pemerintah. (Population Reference Bereau, “World Population Highlight: Key Findings for PRB 2010 World Population Data Sheet, “PopulationBuletin65-2,New York,2010, halaman 6). Seperti yang dilansir VOA News, Badan Urusan Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Oktober 2011 lalu mengumumkan, jumlah penduduk lansia dunia telah mencapai angka 1 miliar orang.

Dengan jumlah ini, rasanya tidak heran bila kini beberapa negara dengan tingkat populasi lansia tertinggi mulai memberikan perhatian khusus bagi kaum yang berusia di atas 60 tahun tersebut. China, seperti yang dilansir dari kantor berita Xinhua, untuk meningkatkan kesejahteraan kaum lansia, Wakil Perdana Menteri Zhang Dejiang menyatakan, pada 2012 ini pihaknya akan mengusahakan agar seluruh penduduk Negeri Tirai Bambu itu bisa mendapatkan pensiun hari tua.

“Sebenarnya rencana pembenahan pensiun ini sudah berlangsung sejak dua tahun lalu. Di mana kami menargetkan 300 juta warga yang bisa mendapatkan hak tersebut,”ucapnya. Tak hanya dalam kesejahteraan, perhatian pemerintah China terhadap lansia juga terlihat dari baiknya sarana fasilitas publik dan layanan kesehatan yang diberikan pada kaum tua tersebut. Pemerintah China membuat sebuah kawasan khusus tempat bertemu para lansia.

Pada tempat tersebut para lansia bisa berkomunikasi dengan sesama rekan mereka dalam kondisi aman dan nyaman. Berbeda dengan Indonesia yang hingga kini pelayan publik bagi lansia masih sangat minim.Sebut saja busway, jalur untuk mencapai halte dibuat memutar. Tak pelak, hal itu bagi sejumlah kalangan dianggap kurang ramah lansia.Setidaknya,ketika angka lansia terus bertambah, pada fasilitas untuk lansia pelayanan publik harus diberikan.

Untuk bandar udara (bandara), berbagai fasilitas umum memang sudah ramah lansia. “Hal-hal semacam itu yang belum diperhatikan semua pemilik fasilitas umum.Harapan saya agar pemerintah memberikan perhatian khusus untuk lansia yang makin bertambah dengan memberikan fasilitas publik yang mendukung kemampuan lansia,”ujar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief kepada SINDO.

Contoh lain dalam perlakuan terhadap lansia juga bisa dilihat dari pemerintah China yang mewajibkan anak untuk memperhatikan orang tua. Tujuannya agar para lansia tak merasa “habis manis lalu dicampakkan”. Seperti yang dilansir BBC News, kebijakan itu telah disiapkan dalam rancangan amandemen undangundang mengenai perlakuan anak kepada orang tua. Dalam rancangan peraturan tersebut, orang tua berhak mengadu ke pengadilan bila merasa kurang mendapat perhatian dari anak-anak mereka, baik secara fisik maupun mental.

Biro Statistik Nasional China mencatat ada pertumbuhan penduduk usia tua pada periode 2011 hingga2015. Angkanya mencapai178 juta jiwa pada 2011 dan diprediksikan akan bertambah hingga 221 juta pada 2015.Bukan hanya China,negara Asia lain yang dikenal cukup memperhatikan kesejahteraan kaum lansia juga Jepang. Negeri Matahari Terbit ini diketahui memiliki Long- Term Care Insurance System, sistem perawatan berkelanjutan bagi lansia.

Program yang dicanangkan Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang pada 2000 ini salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi masalah peningkatan jumlah lansia di negeri tersebut. Sistem ini sebagai dukungan untuk para lansia negeri itu. Bentuknya berupa pelayanan rumah jompo (nursing home), layanan harian untuk lansia (day services), pusat rehabilitasi,dan rumah sakit khusus lansia.

Fasilitas pelayanan kesehatan tersebut ditunjang tim kesehatan yang bekerja secara profesional. Pembiayaan sistem ini dilakukan badan asuransi yang ditunjuk pemerintah. Iurannya dibayarkan perusahaan tempat orang tersebut bekerja. Bagi mereka yang miskin dan tidak bekerja, iurannya akan disubsidi pemerintah.

Sementara itu, wujud kepedulian lansia dari pemerintah Kanada dapat terlihat dari adanya pemberian subsidi kepada para lansia berupa jaminan kesehatan dan sosial. Sistem asuransi kesehatan di Kanada memberikan perawatan medis standar secara cumacuma kepada seluruh penduduk Kanada tanpa menghiraukan tingkat penghasilan atau golongan mereka. ● cheerli/yani a