bkkbn online JAKARTA : Hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 memberikan indikasi adanya kelemahan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program KB, seperti Contraceptive Prevalence Rate (CPR) – istilah lain Peserta KB aktif – dan Total Fertility Rate (TFR) stagnan.
"Juga angka unmet need meningkat, dan ad anya kesenjangan atau disparitas yang cukup besar dalam penxcapaian program KB antar-provinsi," kata Kepala BKKBN Dr dr Sugiri Syarief MPA saat melantik sejumlah pejabat eselo I, II, III, dan IV BKKBN, Rabu, di Jakarta.
Menyadari dampak yang akan timbul dari permasalahan kependudukan, pemerintah dan DPR merevisi Undang-Undang Pemerintah daerah yang kemudian diikuti dengan keluarnya peraturan pemerintah yang menetapkan urusan KB urusan wajib dilakukan di daerah.
"Dan pada tahun 2009 diterbitkan Undang-undang Nomor 52 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga," katanya.
Hasil Sensus Penduduk 2010 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia lebih besar Katimbang angka yang diproyeksikan, yakni kelebihan 3,5 juta jiwa.
Demikian juga halnya dengan laju pertumbuhan penduduk (LPP), hasil sensus sebear 1,49 persen per tahun, sementara proyeksi LPP 1,27 persen. (H)