JAKARTA -- Ketua Yayasan Damandiri Prof Haryono Suyono mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bekerja lebih keras, mengisi otak dengan berbagai ilmu pengetahuan serta dibarengi kepemilikan ketrampilan untuk menghadapi penduduk dunia yang mencapai tujuh miliar orang saat ini.
“Jadi kita harus segera mengantisipasi apa yang harus kita lakukan untuk masa-masa mendatang. Dengan penduduk dunia tujuh miliar, apa yang bisa kita lakukan sementara penduduk kita saat ini telah mencapai lebih dari 240 juta,” katanya.
Hal itu dikemukakan mantan Menko Kesra dan Taskin ini pada acara dialog gerakan masyarakat mandiri. .
Hadir pada acara ini antara lain Pejabat Sementara Deputi Kependudukan BKKBN Dr Ida Bagus Permana, Ketua Ikatan Sukarelawan Indonesia Parni Hardi (mantan Dirut LPP RRI), Direktur Program LPP RRI Mashudi, para pengurus Yayasan Damandiri, sejumlah rektor perguruan tinggi, dan mahasiswa.
Menurut Prof Haryono, dialog yang dilaksanakan pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober bukannya tidak beralasan. Kenapa? “Karena penduduk Indonesia menurut istilah demografi termasuk muda dewasa, yakni berusia 15-60 tahun.
Untuk mengendalikan pertumbuhan jumlah, tidak hanya dengan alat kontrasepsi seperti pada era Orde Baru, tetapi juga harus dibarengi dengan fungsi-fungsi keluarga.
‘Ada delapan fungsi keluarga, yakni yang menyangkut budaya, kasih sayang, perlindungan, kesehatan reproduksi, pendidikan, ekonomi dan bina lingkungan. Dengan adanya delapan fungsi keluarga tersebut dapat ditingkatkan keutuhan keluarga melalui program keluarga berencana (KB) dengan dua anak lebih baik dan melakukan pertemuan antara ayah, ibu, anak dan mungkin paman atau bibi.
“Dengan demikian dapat dirumuskan kesepakatan bersama tentang fungsi masing-masing agar terwujud keharmonisan dan kesatuan keluarga,” tandas mantan Kepala BKKBN ini.
Mantan Menteri Negara Kependudukan/Kepala BKKBN ini menyatakan optimistis, jika keluarga Indonesia mampu melaksanakan delapan fungsi keluarga dan ikut dalam pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) yang beranggota 10-100 KK.
Dengan demikian maka segara permasalahan dalam keluarga akan dapat diatasi termasuk pemberdayaan keluarga miskin dan mencegah kasus perceraian serta akan dapat mendukung pencapaian tujuan pembangunan milenium tahun 2015 (Millennium Development Goals/ MDGs). (h)