Jakarta (ANTARA News) - Promosi kondom di balik cokelat tidak berkoordinasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), demikian disampaikan Kepala BKKBN, Sugiri Syarief, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin (13/2).
"Kalau rekan kerja kami (yang melakukan promosi), akan kami tegur. Kalau ada perusahaan cokelat yang memasukan kondom (dalam produknya), akan kami kirimi surat teguran," kata Sugiri.
Sugiri mengatakan belum mengetahui adanya promosi kondom di balik cokelat karena BKKBN tidak pernah mengusulkan promosi ataupun edukasi alat kontrasepsi dengan cara itu.
"Kami akan telusuri itu, siapa yang membuat promosinya karena itu kurang etis dilakukan di Indonesia," kata Sugiri.
Sebelumnya dalam rapat dengar pendapat itu, anggota Komisi IX, Herlini Amran, menanyakan apakah promosi kondom di balik cokelat yang beredar di masyarakat beberapa hari menjelang peringatan "Valentine's Day" termasuk program yang berkoordinasi dengan BKKBN.
"Kami sangat prihatin dengan temuan di beberapa minimarket itu karena 'Valentine's Day' banyak dirayakan oleh remaja berusia di bawah 18 tahun," kata Herlini.
(I026)